Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Psy Diselidiki Polisi Gara-gara Konsumsi Obat Tidur Secara Ilegal

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 16:23 WIB | Oleh:
Psy Diselidiki Polisi Gara-gara Konsumsi Obat Tidur Secara Ilegal Doc: Yonhap
Ket. Penyanyi sekaligus rapper K-pop Psy.

SEOUL - Penyanyi sekaligus rapper K-pop Psy diselidiki polisi karena diduga melanggar hukum medis dengan menerima resep obat psikotropika melalui pihak ketiga tanpa kunjungan rumah sakit secara langsung, kata pejabat polisi, Kamis (28/8).

Yonhap melapoakan, Kantor Polisi Seodaemun Seoul menginvestigasi Psy yang bernama asli Park Jae-sang, dan seorang dokter rumah sakit universitas setelah menahan mereka atas tuduhan secara ilegal menyuruh pihak ketiga, termasuk manajer Psy, mengambil obat resep tanpa perawatan tatap muka, kata para pejabat.

Pelantun hits "Oppa Gangnam Style" ini dituduh menerima resep obat psikotropika Xanax dan Stilnox dari sebuah rumah sakit universitas di Seoul tanpa kunjungan langsung sejak tahun 2022 hingga baru-baru ini dan meminta manajernya serta pihak ketiga lainnya menerima obat tersebut atas namanya.

Polisi dilaporkan telah mendeteksi keadaan mencurigakan tersebut melalui informasi dan baru-baru ini menggerebek rumah sakit universitas untuk mengamankan rekam medis yang relevan. Undang-undang saat ini melarang resep proksi.

Xanax dan Stilnox adalah obat psikotropika yang digunakan untuk mengobati gangguan tidur, gangguan kecemasan, dan depresi. Obat-obatan ini diketahui memiliki risiko ketergantungan dan kecanduan yang tinggi, sehingga pemeriksaan dan resep obat dari kunjungan tatap muka dengan dokter merupakan hal yang umum.

Namun dokter Psy dilaporkan membantah tuduhan tersebut, dan mengklaim bahwa sang rapper dirawat dari jarak jauh.

Agensi Psy, P Nation, mengeluarkan pernyataan pada hari Kamis, yang mengatakan bahwa menerima pil tidur resep melalui perantara adalah suatu kesalahan dan kekeliruan yang nyata.

"Psy telah didiagnosis dengan gangguan tidur kronis dan mengonsumsi obat tidur sesuai resep dokternya," kata agensi tersebut. "Namun, tidak ada resep perwakilan, meskipun dalam beberapa kasus, pihak ketiga menerima obat tersebut atas namanya."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Satu Orang Tewas, Lima Luka...
Megapolitan
Polisi Berhasil Gagalkan Re...

PT KAI Operasikan 39 Trainset Baru

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
PT KAI Operasikan 39 Trains...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.