Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

EVITS, Motor Listrik Buatan ITS Dipamerkan di KSTI 2025, Siap Bersaing di Pasar Otomotif Nasional

📅 Sabtu, 09 Agu 2025, 11:07 WIB | Oleh:
EVITS, Motor Listrik Buatan ITS Dipamerkan di KSTI 2025, Siap Bersaing di Pasar Otomotif Nasional Doc: ANTARA
Ket. Pengunjung melihat motor listrik karya ITS bernama EVITS dalam kegiatan KSTI 2025 di Sasana Budaya Ganesa, Bandung, Sabtu (9/8/2025).

BANDUNG - Sepeda motor listrik karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bernama EVITS dipamerkan dalam kegiatan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2025.

"EVITS ini merupakan pengembangan lanjutan dari GESITS, motor listrik generasi pertama ITS yang sudah dipasarkan sebelumnya," kata Team Support Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS Nur Khamim pada gelaran KSTI 2025 di Sasana Budaya Ganesa, Bandung, Sabtu (9/8).

Nur menjelaskan motor listrik ini didesain ergonomis, memiliki akselerasi yang baik, dan siap bersaing di pasar otomotif nasional.

Secara rinci, Mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas ITS Vincentius Gusti Putu Agung Bagus Mahendra menjelaskan bahwa EVITS ini menggunakan sumber tenaga dua baterai lithium berkapasitas 60 volt.

Lebih lanjut, ia mengatakan motor listrik ini mampu menempuh kecepatan maksimal 55 kilometer per jam, dengan jarak tempuh hingga 110 kilometer.

Adapun Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk EVITS mencapai 60 persen, yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya mendukung kemandirian industri kendaraan listrik dalam negeri.

Terpisah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyoroti urgensi penguatan kapasitas teknologi dan talenta nasional sebagai fondasi transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan.

Menurutnya, dengan potensi sumber daya alam strategis, Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan hilirisasi dan lompatan industrialisasi bernilai tambah tinggi.

"Penguasaan sains dan teknologi harus maksimal untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Para peneliti dan akademisi memiliki tugas mulia dalam memajukan industri dan menghasilkan SDM unggul," tutur Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

KSTI 2025 dilaksanakan pada 7-9 Agustus 2025. Kegiatan ini mengundang lebih dari 350 pimpinan perguruan tinggi di Indonesia, serta 1.000 peneliti terbaik yang ada di Indonesia.

Konvensi ini menitikberatkan pada integrasi riset, pendidikan tinggi, dan industri dalam delapan sektor prioritas: pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

Seluruh sektor tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan strategis Indonesia menuju kemandirian teknologi dan peningkatan daya saing global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...

Uni Eropa Blokir Total Impor Daging dari Brasil

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Uni Eropa Blokir Total Impo...
Advertisement
Menteri Pertanian Puji SGC yang Sudah Banyak Berbuat untuk Negara.

Menteri Pertanian Puji SGC yang Sudah Banyak Berbuat untuk Negara.

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.