Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Dorong Budaya Kebersihan untuk Wujudkan Kota Bogor Religius, Maju, dan Beradab

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 13:25 WIB | Oleh:
Wali Kota Dorong Budaya Kebersihan untuk Wujudkan Kota Bogor Religius, Maju, dan Beradab Doc: kotabogor.go.id

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari pembangunan karakter manusia dalam mewujudkan Kota Bogor yang religius, maju, dan beradab.

Wali Kota Dedie Rachim mengatakan pembangunan Kota Bogor tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh pembangunan manusia. Menurut dia, nilai religius, kemajuan, dan keberadaban menjadi tujuan besar yang harus diwujudkan bersama.

“Kalau kita bicara key performance indicator (KPI), setting goals kita adalah Kota Bogor yang religius, maju, dan berkeadaban. Tetapi persoalan yang kita hadapi hari ini sangat beragam, mulai dari kemiskinan, putus sekolah, kesehatan, sampah, hingga kenakalan remaja,” ujar Wali Kota Dedie Rachim dalam sambutannya membuka Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Bogor Tahun 2026 di Aula Gedung PPIB Bogor, Selasa (22/9).

Ia menyebut, meski pelaksanaan MTQ tingkat Kota Bogor ke-45 telah selesai, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Wali Kota Dedie Rachim mencontohkan salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah peredaran minuman keras ilegal yang dijual secara sembunyi-sembunyi menggunakan kemasan botol air mineral. Selain itu, persoalan kebersihan lingkungan juga masih menjadi tantangan besar.

“Pekerjaan rumah kita masih banyak. Bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi pembangunan manusianya,” kata dia.

Menurut dia, persoalan kebersihan menjadi bagian penting dalam membangun karakter masyarakat. Ia mencontohkan berbagai kegiatan gotong royong membersihkan sungai, permukiman, sekolah, pesantren, hingga kawasan lingkungan lainnya yang masih terus dilakukan.

“Kita hampir setiap minggu mengadakan korve kebersihan, mulai dari sungai, permukiman, sekolah, pesantren, dan berbagai titik lainnya. Kalau kita masih jauh dari setting goals yang kita tetapkan, berarti masih ada persoalan yang harus kita selesaikan secara menyeluruh,” tutur dia.

Selain itu, Wali Kota Dedie Rachim juga menyoroti penanganan sampah yang menurutnya tidak cukup hanya menyelesaikan persoalan di hilir. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini telah menyiapkan pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Namun, ia menegaskan, sampah yang masuk ke PSEL seharusnya merupakan sampah residu yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis.

Alhamdulillah Pemkot Bogor sudah memiliki hilirnya melalui waste to energy plan, mengolah sampah menjadi energi listrik. Tetapi yang diterima PSEL adalah sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis,” ujar dia.

Karena itu Wali Kota Dedie Rachim mendorong agar pengelolaan sampah dilakukan sejak dari sumbernya. Sampah harus selesai dikelola mulai dari lingkungan pesantren, perkantoran, sekolah, hingga rumah tangga.

“Harapannya sampah selesai di pesantren, sampah selesai di kantor, sampah selesai di sekolah, dan seterusnya. Yang masuk ke PSEL hanya sisa atau residu,” kata dia.

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun manusia Kota Bogor yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Disamping itu, Wali Kota Dedie Rachim mengingatkan bahwa ajaran agama juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari kehidupan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Pemkot Tangerang Normalisasi 7 Lokasi Prioritas

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Normalisas...
Megapolitan
BPBD Kota Tangerang Siapkan...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Dukung Sek...
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.