Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Paramount dan 12 Negara Bagian AS Capai Kesepakatan, Jalan Mulus Akusisi Warner Bros?

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 14:10 WIB | Oleh:
Paramount dan 12 Negara Bagian AS Capai Kesepakatan, Jalan Mulus Akusisi Warner Bros? Doc: Deadline
Ket. Kesepakatan Paramount dan 12 negara bagian AS secara efektif membuka jalan bagi mega merger senilai $81 miliar tersebut untuk mencapai tahap akhir

CHICAGO — Dua belas negara bagian Amerika Serikat dan para penulis Hollywood yang menentang akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount, sepakat untuk menyelesaikan gugatan mereka pada hari Senin (21/9).

Kesepakatan ini secara efektif membuka jalan bagi mega merger senilai $81 miliar tersebut untuk mencapai tahap akhir, dengan beberapa komitmen baru dari perusahaan. 

Menurut laporan Associated Press, kesepakatan besar ini tetap akan mengubah Hollywood secara drastis — menyatukan dua dari lima studio besar yang tersisa, jaringan TV utama seperti CBS dan CNN, serta platform streaming HBO Max dan Paramount+, juga perpustakaan film berusia puluhan tahun dengan judul-judul mulai dari "Harry Potter" hingga "Top Gun."

Namun di antara poin-poin kesepakatan yang diumumkan pada hari Senin oleh Jaksa Agung California Rob Bonta — yang memimpin kasus negara bagian tersebut — Paramount berjanji akan meningkatkan produksi film di AS, mengalokasikan jutaan dolar ke dana yang bertujuan untuk mendukung pekerja yang terkena dampak merger, dan menetapkan pengawasan terhadap independensi editorial operasi berita perusahaan.

Kesepakatan terjadi tepat sebelum perusahaan tersebut mulai dikenakan biaya harian sebesar $7 juta pada tanggal 1 Oktober, yang dianggap sebagai tonggak penting dalam kasus ini. Bloomberg adalah media pertama yang melaporkan berita ini, diikuti Wall Street Journal. Media hiburan Variety juga telah mendapat konfirmasi dari seorang sumber bahwa kesepakatan telah tercapai.

Merger tersebut ditangguhkan menunggu hasil gugatan antimonopoli negara bagian, dimana persidangan dijadwalkan tanggal 2 Maret 2027. 

Rincian kesepakatan tersebut belum diumumkan kepada publik. Pengumuman resmi diperkirakan akan disampaikan pada Senin sore waktu setempat. Kedua pihak menghabiskan akhir pekan dalam diskusi tegang mengenai komitmen Paramount untuk tetap berada di California dan mengenai jaminan untuk tingkat produksinya. 

Diskusi tersebut juga berfokus pada pengawasan editorial CBS News dan CNN, yang merupakan perhatian utama bagi jaksa agung Pantai Timur. Sumber mengatakan penyelesaian tersebut tidak mengharuskan Paramount melakukan divestasi besar-besaran.

Jaksa Agung Oregon, Dan Rayfield, menyebut penyelesaian tersebut sebagai "kemenangan bagi pekerja dan konsumen Oregon."

“Kami mengambil langkah menentang penggabungan ini untuk membatasi kenaikan biaya bagi keluarga pekerja, untuk menjaga persaingan, dan untuk melindungi industri produksi film Oregon,” kata Jaksa Agung Rayfield. “Perjanjian hari ini mempertahankan persaingan yang sehat, memastikan produksi akan terus berlanjut, dan menjamin independensi jurnalistik.”

Jaksa Agung Washington, Nick Brown, juga berbicara tentang penyelesaian tersebut, dan mengatakan bahwa konsumen di Washington akan dirugikan dalam proses penggabungan tersebut.

“Sementara regulator federal mengabaikan dampak nyata terhadap konsumen dan buruh yang ditimbulkan oleh mega-merger ini, negara-negara bagian bersatu dan mengamankan konsesi signifikan dari raksasa media ini,” kata Brown. “Tidak ada perusahaan yang memiliki izin bebas untuk membebani publik dengan praktik anti-persaingan dan kami akan terus meminta pertanggungjawaban mereka.”

CEO Paramount, David Ellison, menyambut baik penyelesaian tersebut, yang menurutnya menandai "izin penuh untuk penggabungan ini." Ia menambahkan bahwa "menyatukan Paramount dan Warner Bros. Discovery akan membangun Hollywood yang lebih kuat, menciptakan peluang yang lebih luas bagi karyawan kami dan hiburan yang lebih hebat lagi bagi penonton di seluruh dunia."

Sebelumnya, koalisi 12 negara bagian — termasuk negara bagian industri hiburan terkemuka seperti California dan New York — menggugat akan memblokir penggabungan tersebut pada bulan Juli, dengan alasan kombinasi Paramount-Warner akan "menghilangkan persaingan" dan menyebabkan berkurangnya pilihan bagi konsumen, khususnya penonton bioskop dan pelanggan TV kabel di seluruh AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

4.403 Jiwa Alami Kesulitan Air Bersih

29 menit yang lalu | Ones

Daerah
4.403 Jiwa Alami Kesulitan ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.