EBT Global Tumbuh Rekor Namun Target 2030 Masih Terancam
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiNEW YORK CITY - Kapasitas energi terbarukan global tumbuh pada tingkat rekor pada 2025, menurut laporan Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) yang dirilis Senin (21/9). Perkembangan tersebut dipuji sebagai tanda bahwa "kekuatan pasar yang dahsyat" membuat transisi menuju energi bersih semakin sulit untuk dibalikkan.
Dilansir dari AFP, laporan IRENA diterbitkan ketika para pemimpin dunia berkumpul dalam rangka Sidang Majelis Umum PBB, setelah musim panas di belahan bumi utara mencatat suhu sangat tinggi yang kembali menggarisbawahi dampak perubahan iklim akibat aktivitas manusia.
IRENA mencatat sebanyak 692 gigawatt (GW) kapasitas energi terbarukan baru ditambahkan sepanjang 2025, meningkat 15,5 persen dan menjadi penambahan terbesar yang pernah tercatat. Energi surya menyumbang hampir tiga perempat dari tambahan tersebut, sedangkan energi angin mencapai 159 GW.
Namun, laju tersebut masih belum cukup untuk memenuhi target global melipatgandakan kapasitas energi terbarukan hingga tiga kali lipat pada 2030, yang disepakati negara-negara dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP28) pada 2023.
Kapasitas energi terbarukan global saat ini mencapai sekitar 5,15 terawatt (TW), sementara target 2030 berada di kisaran 11,2 TW. Satu terawatt setara dengan 1.000 gigawatt.
Jika laju pertumbuhan yang tercatat pada 2025 dapat dipertahankan, kapasitas global diperkirakan mencapai sekitar 10,6 TW pada 2030, atau masih sekitar 0,6 TW di bawah target.
Sekretaris Eksekutif Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) Simon Stiell mengatakan pertumbuhan energi terbarukan telah memberikan manfaat ekonomi sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
"Berkat energi terbarukan global, umat manusia telah menghindari hampir setengah triliun dolar AS dalam biaya bahan bakar fosil," kata Stiell dalam sebuah acara yang disebut KTT Percepatan Industri.
"Itu adalah dividen dekarbonisasi yang sangat besar," katanya. "Itu lebih dari PDB nasional lebih dari tiga perempat negara di Bumi."
Laporan IRENA juga menunjukkan energi terbarukan tetap menjadi sumber pembangkit listrik baru yang paling kompetitif dari sisi biaya di sebagian besar pasar. Lebih dari 90 persen proyek energi terbarukan skala utilitas yang beroperasi pada 2025 menghasilkan listrik dengan biaya lebih rendah dibandingkan pembangkit listrik berbahan bakar fosil baru termurah di pasar masing-masing.
"Kekuatan pasar yang dahsyat mulai berpengaruh," kata Stiell. "Pergeseran ke energi bersih kini tidak dapat diubah lagi."
Meski demikian, laporan tersebut menunjukkan dunia masih tertinggal dari target untuk menggandakan laju peningkatan efisiensi energi pada 2030.
IRENA merekomendasikan penguatan jaringan listrik serta integrasi energi surya, angin, dan penyimpanan baterai agar pasokan listrik tetap kompetitif dari sisi biaya dan dapat memenuhi kebutuhan sepanjang waktu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!