Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tayang 24 September, Film 'Memburu Pemangsa' Angkat Isu Kekerasan Anak

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 14:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tayang 24 September, Film 'Memburu Pemangsa' Angkat Isu Kekerasan Anak Doc: ANTARA
Ket. Sutradara Umay Shahab (tengah) ketika ditemui setelah press screening dan konferensi pers film “Memburu Pemangsa” yang digelar di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (21/9/2026).

JAKARTA - Sutradara Umay Shahab membawa keresahan terhadap kekerasan pada anak ke dalam film terbarunya berjudul "Memburu Pemangsa" yang mengangkat isu kekerasan terhadap anak melalui genre horor, crime, dan action.

Umay mengatakan keresahan tersebut berangkat dari pengalamannya sebagai mantan artis cilik yang membuatnya menyadari adanya situasi tidak nyaman yang dapat dialami anak ketika berada di lingkungan orang dewasa.

"Mungkin karena aku kan dulu mantan artis cilik, di sini Prilly juga, Yasamin juga, ada Jordan juga. Jadi maksudnya, kita pasti ketika masih kecil pernah mungkin merasakan hal-hal yang tidak nyaman yang terjadi," kata Umay dalam konferensi pers film "Memburu Pemangsa" di Jakarta, Senin.

Pengalaman tersebut, kata dia, kemudian memunculkan amarah terhadap orang-orang yang melakukan kekerasan kepada anak dan mendorongnya menyampaikan isu tersebut melalui film layar lebar.

"Kalau aku personal, ada momen-momen yang terjadi yang membuat aku jadi punya amarah yang begitu besar terhadap para pemangsa anak, yang aku rasa kayaknya perlu disampaikan dalam medium film bioskop," ujar mantan artis cilik itu.

Umay menilai isu tersebut penting diangkat karena kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian masyarakat.

Ia menyebut berdasarkan data yang dikumpulkan, terdapat sekitar 21 ribu kasus kekerasan terhadap anak dan 12 ribu kasus kekerasan seksual terhadap anak pada 2025.

"Angkanya selalu bertambah setiap tahunnya," kata Umay.

Melalui "Memburu Pemangsa", Umay ingin menyampaikan keresahan tersebut sekaligus meningkatkan perhatian masyarakat terhadap isu kekerasan terhadap anak.

Ia mengatakan film yang akan tayang pada 24 September 2026 tersebut berfokus pada unsur teknis dan hiburan serta pada isu yang ingin disampaikan kepada penonton.

"Di luar filmnya, di luar teknis yang ada di filmnya, yang lebih penting adalah bagaimana kami di sini ingin menggambarkan bahwa pemangsa anak itu lebih iblis daripada iblis," katanya.

Film "Memburu Pemangsa" dibintangi antara lain Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, Yasamin Jasem, Andri Mashadi, Jordan Omar, dan Teuku Rifnu Wikana.

Film tersebut mengikuti sekelompok jurnalis yang melakukan investigasi terhadap kasus kekerasan terhadap anak. Cerita kemudian berkembang ketika mereka berhadapan dengan sosok pemangsa yang digambarkan memiliki sisi lebih mengerikan daripada makhluk gaib.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.