Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wakil Wali Kota Bogor: Pemerintah Terus Dorong Penurunan Angka Stunting di Daerah

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 13:15 WIB | Oleh:
Wakil Wali Kota Bogor: Pemerintah Terus Dorong Penurunan Angka Stunting di Daerah Doc: kotabogor.go.id

BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi OPD terkait mengikuti rapat koordinasi teknis dan advokasi pencegahan serta percepatan penurunan stunting regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara secara daring, Selasa (22/9) lalu.

Rakor ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), Eddy Cahyono Sugiarto.

Eddy menjelaskan, pemerintah telah melaksanakan percepatan penurunan stunting sejak 2018 dengan melibatkan berbagai stakeholder di tingkat pusat maupun daerah. Hasilnya, prevalensi stunting dapat diturunkan dari 30,8 persen pada 2018 menjadi 19,8 persen pada 2024.

Sementara itu, data stunting tahun 2025 dan 2026 belum tersedia karena tidak dilakukan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

“Penurunan ini sangat ditentukan oleh kontribusi bapak ibu semua yang ada di lapangan. Sehingga dengan collaborative government kita bisa mencapai hal ini,” jelas Eddy.

Meski begitu, sambungnya, pemerintah tidak boleh lengah. Pada 2029 mendatang, pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14,2 persen. Bahkan pada 2045, angka tersebut diharapkan dapat mencapai 5 persen.

“Untuk itu, pertemuan kita sangat penting dan strategis, untuk evaluasi serta menentukan arah ke depan seperti apa. Intervensinya seperti apa,” tutur dia.

Menurut dia, stunting bukan hanya berbicara tentang persoalan gizi, tetapi juga berkaitan dengan sanitasi, air bersih, dan berbagai faktor lainnya. Sehingga dibutuhkan pendekatan multisektor.

Diperlukan keterlibatan seluruh komponen dalam melakukan konvergensi program penanganan stunting. Dari 38 provinsi di Indonesia, hanya 12 provinsi yang memiliki prevalensi di bawah rata-rata nasional, termasuk Jawa Barat.

“Intervensi pencegahan dan percepatan penurunan jangan hanya berfokus pada angka prevalensi, tetapi juga perlu memperhatikan jumlah absolutnya. Berdasarkan jumlah absolut, di Pulau Jawa terdapat sebanyak 50 persen balita stunting yang tersebar di enam provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Banten,” urai dia.

Sementara itu Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menggencarkan upaya maksimal untuk menurunkan angka stunting di Kota Bogor.

Tidak sedikit CSR yang masuk untuk menjadi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dan melakukan intervensi langsung terhadap anak-anak stunting. Seluruh upaya tersebut juga dipantau langsung melalui aplikasi Bogor Besti yang hingga saat ini terus berjalan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Pemkot Tangerang Normalisasi 7 Lokasi Prioritas

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Normalisas...
Megapolitan
BPBD Kota Tangerang Siapkan...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Dukung Sek...
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.