Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kecamatan Tangerang dan Benca Masuk Zona Merah Kekeringan di Kota Tangerang

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 13:03 WIB | Oleh:
Kecamatan Tangerang dan Benca Masuk Zona Merah Kekeringan di Kota Tangerang Doc: antara foto
Ket. Distribusi air bersih

TANGERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten, menyatakan Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Benda masuk dalam zona merah atau kategori awas kekeringan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar di Tangerang, Rabu (23/9), mengatakan setiap harinya sebanyak 5.000 liter telah disiapkan untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih bisa melakukan pengajuan melalui kanal LAKSA di aplikasi Tangerang LIVE, telepon 112 maupun hotline BPBD Kota Tangerang.

"Jika memang diperlukan bantuan air bersih bisa langsung memberikan laporan untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti secepatnya,” pungkasnya.

Mahdiar mengatakan, saat ini sudah mulai ada pendistribusian air bersih seperti di Kecamatan Pinang serta tidak menutup kemungkinan di sejumlah wilayah lain yang membutuhkan.

Pemerintah Kota Tangerang, kata dia, juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

“Kami terus melakukan pemantauan di setiap wilayah sekaligus menyiapkan petugas untuk siaga bila ada permintaan air bersih dari masyarakat. Prinsipnya, bantuan akan langsung didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan berdasar laporan yang diterima,” katanya.

Sebelumnya Wali Kota Tangerang Sachrudin mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang berdampak pada pasokan air bersih berkurang.

Sachrudin juga menyebut Pemkot Tangerang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam upaya normalisasi sungai dan drainase di Kota Tangerang.

"Ini bukan persoalan kewenangan, tapi sejauh mana tingkat koordinasi kita, komunikasi kita, kesadaran kita untuk menjaga persoalan-persoalan yang akan terjadi," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.