Larangan Trump Ditunda, Nasib Mahasiswa Asing di Harvard Makin Tak Pasti
📅 Sabtu, 24 Mei 2025, 14:20 WIB | Oleh: Lili LestariHarvard tampak tenang pada hari Jumat. Kelas untuk tahun ini telah selesai dan persiapan wisuda sedang dilakukan. Gazebo-gazebo didirikan di halaman saat para mahasiswa menyewa gaun dan mengumpulkan tiket untuk anggota keluarga.
Bagi mereka yang lulus, ini seharusnya menjadi minggu perayaan. Namun bagi mahasiswa asing yang berharap untuk tetap tinggal di AS, ini merupakan angin puyuh selama 24 jam.
Sepanjang pagi, mahasiswa internasional Harvard berebut untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi dan akan terjadi. Apakah mereka harus segera meninggalkan AS? Apakah mereka sekarang terancam dideportasi?
Cormac Savage dari Downpatrick di Co Down, Irlandia Utara, tinggal enam hari lagi lulus dengan gelar di bidang pemerintahan dan bahasa. Dia mengambil pekerjaan di Brussels, sebagian karena ketidakpastian di AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Anda tahu bahwa Anda baik-baik saja jika Anda masih secara hukum berada di Amerika Serikat selama 90 hari ke depan, tetapi Anda tidak tahu apakah Anda dapat kembali dan menyelesaikan gelar Anda," katanya pada hari Jumat. "Anda tidak tahu apakah Anda dapat tinggal dan bekerja di AS jika Anda akan segera lulus.
Perintah tersebut juga mempersulit rencana bagi mahasiswa yang masih terdaftar, seperti Rohan Battula, seorang junior dari Inggris yang akan mengandalkan visanya untuk bekerja di New York pada bulan Juni.
"Saya khawatir jika saya pulang saya tidak akan bisa kembali," katanya kepada BBC, jadi dia memilih untuk tetap tinggal di kampus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi sekelompok mahasiswa internasional yang berkumpul di tepi Sungai Charles, saat tim dayung berlomba, kelegaan terasa nyata saat berita tentang penangguhan hukuman dari pengadilan Boston datang.
Battula juga merasa lega setelah Hakim Burroughs mengeluarkan perintahnya. Namun ketidakpastian masih terasa berat.
"Sungguh tidak masuk akal untuk berpikir bahwa bahkan untuk beberapa waktu Anda tinggal secara tidak sah di suatu negara, hanya karena Anda pernah kuliah di sana," kata Tn. Battula.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!