Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cekungan Bandung Makin Panas dan Rentan Banjir, ITB Desak Pohon Jadi Infrastruktur Wajib

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cekungan Bandung Makin Panas dan Rentan Banjir, ITB Desak Pohon Jadi Infrastruktur Wajib Doc: Antara
Ket. Sketsa konsep transformasi perkotaan berbasis komunitas melalui penghijauan dan mitigasi panas.

Bandung - Guru Besar Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) Ridwan Sutriadi menegaskan pohon dan ruang terbuka hijau (RTH) harus menjadi infrastruktur wajib di kawasan Cekungan Bandung.

Ridwan di Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8), mengatakan keberadaan pohon dan RTH tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai elemen estetika, tetapi sebagai "infrastruktur alami" yang berperan penting dalam menyerap limpasan air hujan dan mengurangi ancaman urban heat island atau pulau panas perkotaan.

Menurut dia, masifnya alih fungsi lahan bervegetasi menjadi bangunan, jalan, dan permukaan beton di kawasan Cekungan Bandung telah menurunkan kapasitas resapan air hujan sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan suhu udara.

Karakteristik topografi Cekungan Bandung, kata Ridwan, membuat aliran air dari kawasan hulu di bagian utara bergerak menuju wilayah yang lebih rendah. Kondisi tersebut menyebabkan persoalan ekologis saling berkaitan antarwilayah dan tidak mengenal batas administratif kota maupun kabupaten.

"Dalam kondisi tersebut, kawasan perkotaan menjadi lebih rentan mengalami urban heat island atau pulau panas perkotaan. Karena itu, menanam dan mempertahankan pohon bukan sekadar urusan estetika. Di Bandung, keberadaan pohon berkaitan langsung dengan kenyamanan dan ketahanan kawasan perkotaan," kata Ridwan.

Ia menilai setiap pohon maupun kawasan hijau yang dipertahankan dapat memberikan manfaat ekologis bagi ketahanan hidrologis seluruh bentang alam Cekungan Bandung.

Penyaring Polutan

Selain berfungsi menyerap air, kanopi pohon di tepi jalan, taman, dan permukiman juga dapat menjadi peneduh bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi publik. Vegetasi tersebut sekaligus berperan sebagai koridor penyaring polutan dari kendaraan bermotor.

Ridwan mengatakan strategi penghijauan perkotaan tidak dapat lagi dilakukan secara acak dan terpisah. Pengembangan RTH perlu menggunakan pendekatan ekologi lanskap dengan menghubungkan taman kota, bantaran sungai, jalur hijau jalan, hingga halaman permukiman sebagai satu jaringan ekologis.

Untuk merespons ancaman krisis lingkungan, ia mendorong penerapan langkah-langkah sederhana yang dapat segera dilakukan masyarakat tanpa harus menunggu proyek besar pemerintah.

"Di tingkat lingkungan, misalnya, warga dapat mengembangkan kebun komunitas pada fasilitas umum RT/RW, mempertahankan dan menambah pohon di pekarangan rumah, membuat lubang biopori, serta memanfaatkan lahan kosong menjadi pocket park atau taman saku," tuturnya.

Ia juga mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi sederhana, seperti sensor suhu dan kelembapan, untuk memetakan titik-titik panas (hotspot) serta kondisi mikroklimat di lingkungan sekitar.

Menurut dia, pemetaan berbasis data tersebut dapat membantu pemerintah dan masyarakat menentukan kawasan yang membutuhkan intervensi penghijauan secara lebih tepat dan terukur.

"Di tengah pembangunan kawasan perkotaan yang terus berlangsung, menjaga pohon bukan berarti menghentikan perkembangan kota. Sebaliknya, pohon membantu memastikan pembangunan tetap memberikan ruang bagi air untuk meresap, udara untuk menjadi lebih nyaman, masyarakat untuk beraktivitas, dan lingkungan untuk tetap bertahan bagi generasi berikutnya," ujar Ridwan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Luar Negeri
Baku Tembak Sengit Militer ...
Nasional
Prabowo Minta Tiap Warga Mi...
Luar Negeri
Turki Makin Agresif Perkuat...
Advertisement
Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo   

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.