Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Bromo Ditutup, Wisatawan Bisa Minta Refund atau Jadwal Ulang

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 11:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Bromo Ditutup, Wisatawan Bisa Minta Refund atau Jadwal Ulang Doc: Kementerian Pariwisata
Ket. Ilustrasi situasi Gunung Bromo pasca kebakaran.

JAKARTA - Wisatawan yang telah membeli tiket daring untuk kunjungan ke kawasan Gunung Bromo pada 9-15 Agustus 2026 dapat mengajukan pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang (reschedule) akibat penutupan sementara akses wisata dampak kebakaran.

"Pengajuan reschedule akan dibebaskan dari biaya perubahan jadwal dan berlaku hingga 31 Desember 2026," kata Kementerian Pariwisata dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (10/8).

Mengutip data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, total pengunjung yang telah melakukan pembelian tiket daring dalam periode itu ada sebanyak 3.062 orang, dengan komposisi wisatawan nusantara sebanyak 2.671 orang dan wisatawan mancanegara 391 orang.

Kementerian menyampaikan berdasarkan informasi dan koordinasi bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), saat ini belum terdapat mekanisme khusus untuk refund dan reschedule hotel.

Proses refund dan reschedule hotel masih menggunakan mekanisme normal. Bagi wisatawan yang memilih refund dapat berupa pengembalian dana secara penuh akan dilakukan melalui transfer langsung ke rekening atau dompet elektronik.

Wisatawan yang ingin mengajukan reschedule maupun refund dapat mengisi formulir yang disediakan dan mengunggah bukti tiket atau bukti pembayaran. Konfirmasi pengajuan selanjutnya akan disampaikan melalui email atau WhatsApp.

Batas waktu pengisian formulir ditetapkan hingga 31 Agustus 2026, sedangkan proses refund membutuhkan waktu selama tiga hingga 14 hari kerja.

Bila ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, wisatawan dapat mengecek akun Instagram resmi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (@bbtnbromotenggersemeru) atau menghubungi layanan customer support di nomor 085117788005 dan 085158891328.

Kementerian Pariwisata juga menyatakan terus memantau perkembangan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta pengelola kawasan terkait penanganannya.

Kementerian Pariwisata mendukung keputusan penutupan sementara akses wisata Gunung Bromo sampai kondisi dinyatakan aman oleh otoritas yang berwenang.

Kementerian mengimbau wisatawan untuk tidak memaksakan perjalanan menuju kawasan yang ditutup dan mengikuti informasi resmi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru serta pemerintah daerah.

"Untuk saat ini, fokus kita adalah memastikan proses penanganan kebakaran dapat berjalan optimal dan kawasan benar-benar aman sebelum aktivitas wisata kembali dibuka," demikian Kementerian Pariwisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.