Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Gerhana Matahari Total 12 Agustus Tak Terlihat di Indonesia

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 13:27 WIB | Oleh:
BMKG: Gerhana Matahari Total 12 Agustus Tak Terlihat di Indonesia Doc: NASA
Ket. Gerhana Matahari Total

JAKARTA - Gerhana Matahari Total akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan fenomena ini tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Mengutip Info Publik, jalur lintasan gerhana tidak melewati wilayah Nusantara dan fase fenomena tersebut berlangsung saat Indonesia berada pada malam hari.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan fenomena astronomis tersebut dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA.

“Untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA,” kata Ayu dalam keterangan BMKG, Senin (10/8). 

Menurut BMKG, masyarakat di kawasan Eropa, Russia bagian utara, Afrika bagian barat laut, serta Amerika Utara menjadi wilayah yang berkesempatan menyaksikan Gerhana Matahari Total secara langsung.

Fenomena gerhana dimulai pada fase Gerhana Matahari Sebagian (P1) pukul 15.34 UT atau 22.34 WIB. Selanjutnya, fase Gerhana Matahari Total di lokasi awal (U1) berlangsung pada pukul 16.57 UT atau 23.57 WIB.

Puncak gerhana terjadi pada pukul 17.45 UT atau 00.45 WIB pada 13 Agustus 2026. Keseluruhan proses gerhana berakhir pada pukul 19.57 UT atau 02.57 WIB pada 13 Agustus 2026.

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus saat fase Bulan Baru. Pada puncaknya, piringan Bulan menutupi piringan Matahari secara utuh dari sudut pandang Bumi.

Wilayah yang berada dalam jalur bayangan inti atau umbra dapat mengalami perubahan suasana siang menjadi gelap selama beberapa saat. Sementara wilayah yang hanya dilintasi bayangan samar atau penumbra akan menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian.

BMKG mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah pengamatan agar tidak melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung. Pengamatan harus menggunakan kacamata khusus berfilter Matahari untuk menjaga keselamatan mata. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Memperkuat penanganan karhu...

Bakti kesehatan Polri di Polres Jombang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Bakti kesehatan Polri di Po...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.