Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Xi Serukan Resolusi Damai Terkait Sengketa Maritim dengan Vietnam

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Xi Serukan Resolusi Damai Terkait Sengketa Maritim dengan Vietnam Doc: AFP/NHAC NGUYEN
Ket. Sekjen Partai Komunis Vietnam, To Lam (kanan), berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dalam sebuah pertemuan di Hanoi pada Senin (14/4).

HANOI - Pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, dalam sebuah artikel yang diterbitkan harian Nhan Dan jelang kedatangannya ke Vietnam pada Senin (14/4), menuliskan bahwa Beijing dan Hanoi dapat menyelesaikan perselisihan maritim tersebut melalui dialog damai.

“Kita harus memanfaatkan mekanisme negosiasi maritim dengan baik untuk mengelola perbedaan maritim dan membangun kondisi untuk penyelesaian akhir sengketa serta menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah kita,” tulis Xi. “Dengan visi bersama, kita sepenuhnya mampu menyelesaikan masalah maritim dengan baik melalui konsultasi dan negosiasi,” imbuh dia.

Xi pun memperingatkan terhadap adanya indikasi campur tangan terkait sengketa Laut Tiongkok Selatan (LTS), seraya mendesak terjadinya persatuan antara Vietnam dan ­Tiongkok.

“Tiongkok dan Vietnam harus tahan terhadap semua campur tangan dalam mengelola sengketa maritim kita,” ungkap pemimpin ­Tiongkok itu.

Xi mempromosikan koordinasi bilateral mereka sebagai model strategis untuk perdamaian regional dan menolak apa yang digambarkan Beijing sebagai tekanan eksternal di LTS.

Meskipun memiliki hubungan ekonomi yang erat, Tiongkok dan Vietnam memiliki hubungan yang kompleks terkait sengketa maritim, terutama di LTS.

Kedua negara menegaskan klaim teritorial atas Kepulauan Paracel dan Spratly, yang terkadang menimbulkan ketegangan dan konfrontasi. Namun, mereka juga telah menunjukkan upaya untuk mengelola perselisihan ini melalui jalur diplomatik.

“Kedua negara, yang dipimpin oleh partai komunis, memiliki kemitraan strategis yang komprehensif,” demikian menurut kantor berita AFP.

Vietnam mempertahankan tindakan penyeimbangan diplomatik yang sering digambarkan sebagai diplomasi bambu dengan menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

“Google Maps”

Sementara itu dari Manila dilaporkan bahwa pemindaian Google Maps pada Senin di perairan tepat di sebelah barat Filipina kini menunjukkan nama yang dulunya tidak terlihat oleh sebagian besar pengguna yaitu Laut Filipina Barat.

Nama yang dipilih pemerintah Filipina untuk perairan yang disengketakan tersebut, yang lebih dikenal sebagai LTS, sebelumnya hanya dapat dilihat jika dicari berdasarkan namanya, menurut wartawan AFP yang menyimpan tangkapan layar dari pencarian ­sebelumnya.

Nama LTS tetap terlihat di sebelah utara dan barat area yang baru diidentifikasi sebagai Laut Filipina Barat.

Beijing mengklaim LTS hampir seluruhnya meskipun ada keputusan internasional yang menyatakan pernyataannya tidak berdasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
Penurunan jumlah penduduk m...
Luar Negeri
Korban Gempa Kolombia Terus...
Nasional
Kreativitas siswa semarakka...
Daerah
Pembersihan eceng gondok di...
Ekonomi
RAPBN dan Nota Keuangan tah...

Evakuasi kapal Mentawai Fast di Padang

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Evakuasi kapal Mentawai Fas...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.