Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Kasemen Serang Sahur di Tengah Kepungan Banjir

📅 Minggu, 08 Mar 2026, 16:00 WIB | Oleh:
Warga Kasemen Serang Sahur di Tengah Kepungan Banjir Doc: ANTARA/Desi Purnama Sari
Ket. Kondisi rumah terendam banjir di Kampung Kroya Indah, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Minggu (8/3).

Ratusan warga di Kampung Kroya Indah, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, terpaksa menjalankan ibadah sahur dalam kondisi memprihatinkan setelah banjir merendam pemukiman mereka sejak Minggu (8/3) dini hari.

Salah seorang warga terdampak, Subarna (45), di Serang, Minggu, menceritakan bahwa air mulai masuk ke dalam rumah sekitar pukul 23.00 WIB dan terus meninggi hingga mencapai paha orang dewasa saat waktu sahur tiba. Akibatnya, warga tidak bisa menyiapkan menu sahur dengan layak.

"Tadi sahur seadanya saja, makan mi instan karena stok yang ada cuma itu. Air sudah masuk ke rumah dari jam 11 malam, jadi fokus kami hanya menyelamatkan barang-barang," ujar Subarna.

Ia menambahkan, kondisi air yang tidak kunjung surut membuat warga kesulitan beraktivitas di bulan suci Ramadhan. Meski dalam keadaan sulit dan rumah terendam, sebagian besar warga terpantau tetap berusaha menjalankan ibadah puasa.

Senada dengan Subarna, warga lainnya, Ahmad, mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 280 rumah yang terdampak di wilayah RT 07 dan sekitarnya. Menurutnya, banyak warga yang kini harus mengungsi karena ketinggian air di dalam rumah tidak kunjung turun.

"Banjir ini kiriman dari Kali Mati yang meluap ditambah hujan deras semalam. Kami berharap ada bantuan logistik atau makanan dari pemerintah, karena sampai saat ini belum ada bantuan yang masuk ke sini," kata Ahmad.

Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi drainase dan perbaikan gorong-gorong di kawasan tersebut. Saat ini, ketinggian air dilaporkan mulai surut perlahan, namun ratusan rumah masih tergenang dan warga tetap bersiaga mengantisipasi hujan susulan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.