Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tekan Kenaikan Harga, Pemkab Cianjur Gelar Gerakan Pangan Murah

📅 Sabtu, 03 Okt 2026, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tekan Kenaikan Harga, Pemkab Cianjur Gelar Gerakan Pangan Murah Doc: ANTARA
Ket. Pedagang di Pasar Induk Pasirhayam Cianjur, Jawa Barat, mengalami penurunan penjualan karena harga cabai merah mengalami kenaikan sehingga pembeli mengurangi pemakaian.

CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai langkah guna menekan kenaikan harga kebutuhan pangan salah satunya menggelar Gerakan Pangan Murah yang digelar setiap pekan di sejumlah titik termasuk di kantor dinas di Cianjur.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian Cianjur Budhi Rahayu Toyib di Cianjur, Sabtu (03/10), mengatakan kenaikan harga komoditas pangan dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat yang tidak diimbangi ketersediaan pasokan secara optimal.

Kondisi tersebut paling terlihat pada komoditas cabai rawit merah, dimana musim kemarau yang berkepanjangan turut mempengaruhi produksi pertanian, dan mendorong perubahan pola tanam petani, sehingga pasokan cabai ke pasar menjadi terbatas.

"Ketersediaan bahan pokok di Cianjur secara umum masih mencukupi termasuk cabai, kenaikan harga yang terjadi karena dinamika permintaan dan pasokan pada komoditas tertentu, bukan akibat kelangkaan bahan pangan secara menyeluruh," katanya.

Pihaknya rutin melakukan pemantauan dan perkembangan harga serta ketersediaan bahan pangan khususnya komoditas yang berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP.

Pihaknya melakukan berbagai langkah termasuk melakukan koordinasi dan stabilisasi dapat segera dilakukan sesuai kewenangan ketika pasokan dan distribusi mengalami kelangkaan sehingga membuat peningkatan harga di pasaran.

Untuk menjaga stabilisasi harga di pasaran, pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Pangan dan Dinas Pertanian untuk menggelar Gerakan Pangan Murah di sejumlah kecamatan mulai dari utara hingga selatan Cianjur.

"Program yang digelar diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan di pasaran," katanya.

Dia menjelaskan kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional di Cianjur yang paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang dijual di angka Rp74.000 per kilogram dan daging sapi dijual Rp147 ribu per kilogram.

Termasuk gula pasir curah dijual Rp18.500 per kilogram sedangkan HET-nya ditetapkan Rp17.500 per kilogram, Minyakita tercatat Rp16.560 per liter melampaui HET Rp15.700 per liter.

"Sedangkan harga kedelai impor berada di angka Rp14.700 per kilogram atau lebih tinggi dari HAP Rp12 ribu per kilogram," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Jarak Pandang Terbatas, Ban...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.