NetApp Hadirkan Operasi Otonom Berbasis AI untuk Infrastruktur Hibrida
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 14:15 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: NetApp
JAKARTA — NetApp memperkenalkan sejumlah kapabilitas baru untuk mendukung pengelolaan infrastruktur hybrid multi-cloud, termasuk operasi otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) yang tetap berada dalam pengawasan manusia.
Kapabilitas tersebut dirancang untuk membantu perusahaan mengelola beban kerja yang tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari pusat data (on-premise), public cloud, wilayah berdaulat (sovereign region), hingga arsitektur AI Factory.
NetApp mengatakan perkembangan aplikasi dan beban kerja AI membuat infrastruktur perusahaan semakin terdistribusi. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap model operasi yang konsisten, sekaligus tetap memperhatikan tata kelola, ketahanan, efisiensi, keamanan, serta kendali atas lokasi dan penggunaan data.
Senior Vice President and General Manager, Platform NetApp Sandeep Singh mengatakan perusahaan tidak seharusnya memilih antara kendali infrastruktur on-premise dan fleksibilitas cloud.
“Dengan kapabilitas hybrid multi-cloud baru ini, NetApp membantu perusahaan menghilangkan batas antar-lingkungan, beroperasi dengan otonomi yang lebih besar, serta menempatkan efisiensi, kedaulatan, dan kontrol sebagai inti strategi data mereka,” ujar Sandeep melalui keterangannya pada hari Jumat (2/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
Operasi Otonom dengan Pengawasan Manusia
Salah satu pembaruan utama adalah NetApp Console Autonomous Operations. Kapabilitas ini dirancang untuk mengurangi proses administrasi manual dan pengelolaan berbagai perangkat yang terfragmentasi dalam lingkungan hybrid berskala besar.
Teknologi tersebut memanfaatkan otomatisasi berbasis hasil dan AI untuk membantu tim memprediksi masalah, mempercepat penyelesaian insiden, serta mengoptimalkan kapasitas dan biaya. Pengoperasiannya menggunakan desain API-first dan orkestrasi berbasis agentic AI.
Meski menghadirkan otomatisasi, sistem tetap menempatkan manusia sebagai pengawas. Pendekatan tersebut memungkinkan operasi berbasis AI berjalan dalam batas kebijakan dan kontrol yang ditetapkan perusahaan, termasuk pada lingkungan air-gapped.
NetApp juga memperkenalkan NetApp Console AI ChatOps Interface yang memungkinkan administrator berinteraksi dengan sistem melalui antarmuka percakapan. Sistem ini ditujukan untuk mengurangi pekerjaan manual dalam mengelola infrastruktur penyimpanan yang tersebar.
Melalui antarmuka tersebut, pengguna dapat menjalankan operasi penyimpanan otonom, intent-based provisioning, serta menerapkan policy guardrails pada sistem penyimpanan ONTAP. Fitur lain mencakup pelaporan berbasis AI, analitik prediktif, dan remediasi otomatis.
Sistem tersebut dapat beroperasi melalui LLM gateway terbuka sehingga pelanggan dapat menggunakan model bahasa besar (LLM) mereka sendiri. Tindakan yang dilakukan tetap dibatasi oleh kelas penyimpanan, kebijakan, serta aturan tata kelola yang telah ditetapkan.
Kelola Infrastruktur Sebagai Satu Kesatuan
NetApp juga memperkenalkan NetApp Console Fleet Management untuk membantu perusahaan mengelola berbagai aset infrastruktur sebagai satu kesatuan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!