Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komnas Perempuan Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Penanganan Karhutla

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Penanganan Karhutla Doc: Antara
Ket. Manggala Agni melakukan pemadaman karhutla di Desa Teluk Limau Dusun Lama, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Senin (7/9).

Jakarta - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meminta pemerintah memberikan peran penting kepada perempuan penjaga hutan serta memastikan perlindungan bagi masyarakat terdampak dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Ketua Komnas Perempuan Dahlia Madanih mengatakan penanganan karhutla harus dilakukan dengan pendekatan hak asasi manusia (HAM) dan gender, termasuk membuka ruang partisipasi perempuan dalam seluruh tahapan manajemen risiko bencana.

"Negara wajib memberikan perhatian penanganan tanggap darurat dengan berpijak pada kerangka HAM dan gender, termasuk membuka akses partisipasi dan kontribusi besar perempuan dalam semua fase siklus manajemen risiko bencana," kata Dahlia saat dihubungi di Jakarta, Senin (7/9).

Menurut dia, hutan dan lahan merupakan bagian penting dari kehidupan perempuan, terutama perempuan adat dan perempuan yang tinggal di wilayah pedesaan.

"Hutan merupakan pasar alam dan sumber makanan, obat-obatan, yang sebagian besar perempuan hidupnya bergantung pada hutan dan lahan perkebunan maupun pertanian. Hutan juga menjadi wilayah spiritual masyarakat adat yang sangat terikat dengan kehidupan masyarakat dan alamnya," ujarnya.

Dahlia menyampaikan keprihatinan atas bencana karhutla yang terjadi sepanjang Agustus 2026 di sejumlah provinsi di Indonesia. Menurut dia, dampak karhutla dapat memperburuk kerentanan perempuan melalui risiko kesehatan, pengungsian, kehilangan sumber penghidupan dan pangan, serta meningkatnya beban kerja.

Selain itu, risiko kekerasan berbasis gender juga berpotensi tidak tertangani, terutama bagi perempuan hamil, perempuan kepala keluarga, perempuan miskin, masyarakat adat, penyandang disabilitas, lansia, dan balita.

Komnas Perempuan meminta pemerintah memastikan pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, sanitasi, sandang, layanan kesehatan, dukungan psikososial, serta perlindungan bagi kelompok rentan.

Pemerintah juga perlu memastikan penyelamatan dan evakuasi korban serta harta benda, sekaligus menyediakan sarana dan prasarana pengungsian yang aman.

Upaya tersebut sejalan dengan Rekomendasi Umum CEDAW Nomor 37 tentang dimensi gender dalam pengurangan risiko bencana yang menekankan sistem peringatan dini inklusif, data terpilah, akses setara terhadap bantuan dan layanan kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, serta perlindungan dari kekerasan seksual di lokasi pengungsian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Kebakaran Hotel di Banglade...
Advertisement
Film Zona Merah Siap Naik ke Layar Lebar, Ada Kejutan Apa?

Film Zona Merah Siap Naik ke Layar Lebar, Ada Kejutan Apa?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.