Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cap Go Meh Bukan Sekadar Simbol Kekayaan Budaya Singkawang

📅 Selasa, 18 Feb 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Cap Go Meh Bukan Sekadar Simbol Kekayaan Budaya Singkawang Doc: ANTARA/Rendra Oxtora
Ket. Arak-arakan tatung dalam kegiatan Cap Go Meh yang dilaksanakan di Kota Singkawang 2025.

PONTIANAK - Gemuruh tetabuhan yang harmonis dari loku, gong, dan cymbal mengiringi ritual suatu tarian dalam acara Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Suara tetabuhan yang konstan itu mengiri gerak para tatung, peserta arak-arakan yang  telah melalui proses persiapan spiritual yang ketat; berpuasa, bermeditasi, dan  pembersihan diri  beberapa hari sebelumnya.

Ketika ritual dimulai dengan doa-doa yang dipimpin oleh seorang pendeta Tao, asap dupa mengepul tebal. Asap dupa menguar aroma khas. Ada sesuatu yang mistis di sana.

Beberapa saat kemudian, para tatung terlihat mulai kerasukan. Mata mereka terpejam, tubuh mereka bergoyang perlahan, dan tiba-tiba — dengan gerakan yang cepat dan penuh tenaga, mereka berdiri kokoh. 

Roman mereka berubah drastis. Ada yang terlihat garang, ada yang penuh wibawa, dan ada pula yang menunjukkan senyum misterius. Mereka mulai bergerak dengan lincah, seolah-olah bukan lagi manusia biasa, melainkan perwujudan dari kekuatan spiritual yang tinggi.

Mereka pun duduk di tandu kebesaran dengan pakaian serba merah dan kuning. Ada juga yang menggunakan pakaian serba hijau dan putih, warna yang melambangkan keberuntungan dan kekuatan spiritual. Wajah mereka terlihat tenang, namun ada aura misterius yang memancar.

Salah satu momen paling menegangkan adalah ketika para tatung menunjukkan kekebalan dari benda-benda tajam. Dengan penuh keyakinan, mereka mengambil pedang, golok, atau bahkan tombak yang telah disiapkan untuk menggores tubuh mereka sendiri. Mereka mengiris lidah, pipi, perut, atau punggung. Namun, tidak ada darah yang keluar, atau jika ada, hanya sedikit dan langsung berhenti.

Tanpa ragu, mereka juga menusuk pipi dengan beberapa benda tajam berbentuk sumpit. Tidak hanya satu, tetapi 2 hingga tiga buah, di tusukkan begitu saja ke pipi mereka hingga tembus dan membuat mereka tampak mengerikan. Namun, sekali lagi tidak terlihat darah keluar mengalir pipi mereka.

Beberapa tatung menaiki tangga yang terbuat dari pisau tajam. Dengan kaki telanjang, mereka melangkah perlahan namun pasti, seolah-olah pisau-pisau itu tidak mampu melukai mereka. Suara gemerincing pisau dan teriakan penonton menciptakan atmosfer yang begitu hidup.

Ribuan pasang mata menyaksikan dengan takjub, para penonton berdecak kagum. Ada yang berteriak histeris, ada pula yang terdiam terpana, sementara kamera-kamera mengabadikan momen magis itu.

Definisi Tatung

Tatung merujuk pada individu-individu yang diyakini mampu menjadi medium bagi roh dewa atau leluhur melalui serangkaian ritual tertentu. Istilah ini berakar dari bahasa Hakka, yaitu tah thung, yang  dapat diartikan sebagai orang yang kerasukan.

Menurut penjelasan FX Asali,  ahli budaya Tionghoa dari Kalimantan Barat, kata tatung berasal dari dialek Hakka yang terdiri dari dua bagian: "ta" yang berarti tepuk atau pukul, dan "tung" yang merujuk pada "thungkie" atau orangnya.

Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa setempat, tatung dianggap memiliki kekuatan supranatural dan ketahanan fisik yang luar biasa saat  kerasukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.