Tentara Meksiko Dirikan Tempat Penampungan untuk Orang-orang yang Dideportasi Trump
📅 Jumat, 24 Jan 2025, 08:47 WIB | Oleh: Lili LestariPemerintahannya mengatakan akan menerapkan kembali kebijakan "Tetap di Meksiko" yang berlaku selama masa jabatan pertama presiden Trump, di mana orang yang mengajukan permohonan untuk masuk ke AS dari Meksiko harus tetap di sana sampai permohonan mereka diputuskan.
Gedung Putih juga telah menghentikan program suaka bagi orang-orang yang melarikan diri dari rezim otoriter di Amerika Tengah dan Selatan, yang menyebabkan ribuan orang terlantar di sisi perbatasan Meksiko.
Pada hari Rabu, kantor Trump mengatakan dia telah memerintahkan 1.500 personel militer tambahan ke perbatasan.
Menghadapi tindakan keras tersebut, sejumlah migran mengatakan mereka memutuskan untuk mencari suaka di Meksiko.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Banyak dari kami sebagai migran tidak ingin kembali ke negara asal kami, jadi kami memulai proses untuk tinggal di sini di Meksiko," kata Carlos Alfredo Maduro, warga Honduras berusia 34 tahun, salah satu dari ratusan orang yang mengantre di luar kantor Komisi Bantuan Pengungsi Meksiko di kota selatan Tapachula.
"Kami akan meminta suaka kepada Meksiko dan menunggu untuk melihat solusi apa yang ditawarkan pemerintahan baru Donald Trump," kata Engelber Vazquez, seorang warga Venezuela berusia 42 tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!