AI Deepfake Bisa Mengguncang Pasar Keuangan, Investor Terancam Terjebak Informasi Palsu
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 14:42 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
WASHINGTON DC - Kecerdasan buatan atau AI sedang membuka babak baru dalam dunia penipuan keuangan.
Jika sebelumnya penipu membutuhkan kemampuan teknis tinggi untuk membuat informasi palsu terlihat meyakinkan, kini perkembangan AI membuat proses tersebut jauh lebih mudah. Suara dapat ditiru, wajah dapat direkayasa, video dapat dibuat seolah-olah nyata, sementara percakapan dengan korban dapat berlangsung secara otomatis dan sangat personal.
Yang lebih mengkhawatirkan, ancamannya tidak lagi berhenti pada korban individu.
AI deepfake berpotensi digunakan untuk memengaruhi sentimen investor, memicu kepanikan, bahkan mengguncang pasar keuangan sebelum informasi yang sebenarnya sempat diverifikasi.
Peringatan itu disampaikan Perry Carpenter, Chief Human Risk Management Strategist di KnowBe4, dalam pernyataannya kepada Securities and Exchange Commission atau SEC baru-baru ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Carpenter mengatakan dunia kini berada pada titik penting karena AI secara fundamental telah mengubah karakter risiko penipuan. Teknologi yang semakin canggih membuat penipuan menjadi lebih mudah dilakukan, dapat diperbanyak dalam skala besar, sekaligus semakin sulit dibedakan dari komunikasi yang asli.
Salah satu gambaran paling mengkhawatirkan adalah ketika deepfake digunakan bukan sekadar untuk mencuri uang dari seseorang, tetapi untuk memanipulasi persepsi jutaan investor.
Bayangkan sebuah video yang terlihat benar-benar menampilkan pejabat penting bank sentral. Dalam video tersebut, sang pejabat seolah mengumumkan kenaikan suku bunga darurat atau perubahan besar dalam kebijakan moneter.
Sebaiknya Anda baca juga:
Video itu kemudian menyebar luas di media sosial.
Investor yang melihatnya mungkin langsung bereaksi. Harga saham dapat bergerak, mata uang dapat berfluktuasi, atau pelaku pasar mengambil keputusan berdasarkan informasi tersebut.
Beberapa saat kemudian barulah diketahui bahwa video itu palsu.
Namun masalahnya, pasar mungkin sudah lebih dulu bereaksi.
Menurut Carpenter, inilah salah satu karakter baru ancaman AI: kecepatan manipulasi bisa melampaui kecepatan manusia dalam melakukan verifikasi.
Dan ketika menyangkut pasar keuangan, selisih waktu beberapa menit saja dapat menjadi sangat berarti.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!