Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menpar: Rute Internasional Baru Perkuat Posisi KEK Tanjung Kelayang

4 Senin, 06 Jul 2026, 18:30 WIB | Oleh:
Menpar: Rute Internasional Baru Perkuat Posisi KEK Tanjung Kelayang Menpar: Rute Internasional Baru Perkuat Posisi KEK Tanjung Kelayang Doc: ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata
Ket. Ilustrasi suasana di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Belitung.

JAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan pentingnya konektivitas udara yang kuat di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Belitung.

“KEK ini bukan hanya pintu masuk investasi, tetapi juga etalase pariwisata Belitung yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan, pelestarian budaya, wisata bahari, geowisata, kuliner, serta penguatan UMKM lokal,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (6/7).

Widiyanti mengatakan konektivitas menjadi salah satu kunci agar Belitung mampu meningkatkan daya saing sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Kehadiran penerbangan Scoot yang menghubungkan Singapura dan Belitung menjadi momentum penting untuk memperkuat aksesibilitas internasional menuju Belitung, khususnya KEK Tanjung Kelayang.

Menurutnya konektivitas langsung tidak hanya membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, tetapi juga memperkuat posisi Belitung sebagai salah satu destinasi prioritas nasional yang memiliki keunggulan pada wisata bahari, geowisata, budaya, gastronomi, serta desa wisata berbasis masyarakat.

Direktur PT Belitung Pantai Intan sekaligus pengelola KEK Tanjung Kelayang, Daniel Alexander Napitupulu, menyampaikan KEK Tanjung Kelayang yang dikenal dengan nama Tanjung Kelayang Reserve terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata premium berbasis konservasi dan pembangunan berjejak karbon rendah di Pulau Belitung.

Daniel mengungkapkan sejumlah perkembangan investasi terbaru di kawasan seluas 324,4 hektare tersebut. Para pelaku usaha di dalam kawasan terus menambah portofolio investasi dengan tetap memegang prinsip pembangunan berkelanjutan.

Salah satu pengembangan yang sedang berjalan adalah pembangunan resor berkonsep low density dengan memanfaatkan material dari dalam kawasan serta pengembangan destinasi wisata minat khusus (special interest tourism).

Di sisi fasilitas rekreasi, KEK Tanjung Kelayang telah menghadirkan lapangan pickleball yang mendapat respons positif dari wisatawan. Melihat tingginya minat tersebut, pengelola berencana menambah fasilitas olahraga berupa satu lapangan tenis, satu lapangan pickleball, dan satu lapangan padel.

Kawasan tersebut juga akan menghadirkan pusat kebugaran yang berlokasi di desa dalam kawasan sebagai bagian dari diversifikasi pengalaman wisata.

Pelaku usaha lainnya di dalam KEK turut meningkatkan investasi pada sektor wisata bahari dengan menghadirkan kapal-kapal untuk menunjang berbagai aktivitas wisata.

Kapal tersebut tidak sekadar difungsikan sebagai sarana angkut, tetapi dirancang untuk memperkaya pengalaman wisatawan, antara lain melalui aktivitas makan malam di atas kapal dan sunset cruise.

Dari total luas KEK Tanjung Kelayang sebesar 324,4 hektar, sekitar separuh kawasan dialokasikan sebagai area konservasi. Pengelolaan kawasan konservasi didampingi resident biologist dan dilengkapi dengan kegiatan konservasi secara rutin. Kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis keanekaragaman hayati, di antaranya trenggiling, tarsius, kancil, capung endemik, dan elang laut.

Dari sisi flora, kawasan tersebut menjadi habitat tanaman endemik Hopea bilitonensis atau pohon pelepah serta anggrek hantu (ghost orchid), yaitu jenis anggrek unik tanpa klorofil yang menggantungkan kehidupannya pada jamur. Tanjung Kelayang Reserve juga tercatat sebagai habitat alami jamur pelawan.

“Kawasan ini juga tidak menggunakan air tanah dan sepenuhnya mengandalkan air tadah hujan. Ini menjadi langkah antisipatif terhadap risiko penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah berlebihan, seperti yang terjadi di sejumlah kawasan pesisir Pulau Jawa,” ungkap Daniel. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Nasional
Daya Beli Melemah, Penguata...

Anggaran Perumahan Jakarta Disiapkan Rp1,54 Triliun

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Anggaran Perumahan Jakarta ...

Peluang Kerja Membludak Sampai 83.300 Lowongan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Peluang Kerja Membludak Sam...

Tahun Depan Seluruh OPD Bogor Sudah Digitalisasi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tahun Depan Seluruh OPD Bog...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.