Viral! 60 Ribu Migran Maroko Nekat Masuk Spanyol, Puluhan Tewas di Perbatasan
📅 Sabtu, 01 Agu 2026, 13:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
Fnideq, Maroko – Ribuan warga Maroko nekat mencoba memasuki wilayah Ceuta, enklave milik Spanyol di Afrika Utara, setelah beredar kabar bahwa perbatasan dengan Spanyol dibuka. Gelombang migran yang sebagian besar menempuh jalur laut dengan berenang itu memicu bentrokan di perbatasan dan menewaskan sedikitnya 34 orang.
Rekaman AFP memperlihatkan sejumlah orang berenang mengitari pagar perbatasan Ceuta, sementara lainnya memanjat pagar berduri untuk mencapai wilayah Spanyol. Aparat antihuru-hara Maroko merespons dengan menembakkan gas air mata dan meriam air setelah terjadi dugaan lemahnya pengawasan di perbatasan.
Seorang jurnalis AFP di lokasi menyaksikan sekitar 30 orang ditangkap aparat.
Ceuta merupakan wilayah otonom Spanyol seluas 18,5 kilometer persegi di Afrika Utara dengan sekitar 80.000 penduduk. Bersama Melilla, Ceuta menjadi satu dari dua perbatasan darat Uni Eropa dengan Benua Afrika.
Fatima Zahra, salah seorang warga yang ikut mencoba menyeberang, mengatakan dirinya langsung berangkat dari Tangier setelah mendengar kabar bahwa perbatasan menuju Ceuta dibuka.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya sedang bekerja di Tangier. Pagi itu saya mendengar Ceuta dibuka. Saya langsung mengajak teman-teman mencoba peruntungan ke sana untuk mencari pekerjaan," katanya kepada AFP.
Ia mengaku ingin meninggalkan Maroko karena harus bekerja dalam kondisi yang sangat buruk.
Meski akhirnya gagal memasuki Ceuta dan dipulangkan di Kota Fnideq, Zahra menjadi bagian dari ribuan orang yang berbondong-bondong menuju perbatasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Alun-alun di Fnideq yang sehari sebelumnya dipenuhi calon migran berubah menjadi lokasi kerusuhan. Lebih dari selusin mobil hangus terbakar dan batu-batu berserakan di jalan setelah bentrokan antara aparat keamanan dan massa.
Presiden Pemerintah Daerah Ceuta menyebut sekitar 60.000 orang berhasil memasuki wilayah tersebut, sementara sedikitnya 34 orang meninggal dunia dalam upaya penyeberangan yang berbahaya.
Peristiwa itu memicu krisis politik bagi pemerintahan kiri-tengah Spanyol.
Pemerintah Spanyol mengerahkan pasukan tambahan untuk memperkuat pengamanan di Ceuta. Prancis juga memperketat pemeriksaan di perbatasannya dengan Spanyol, sementara Italia mendesak agar Spanyol ditangguhkan dari kawasan bebas perbatasan Schengen.
Namun, bagi banyak warga Maroko, peluang memperoleh kehidupan yang lebih baik di Eropa dianggap sepadan dengan risiko menyeberangi Selat Gibraltar yang terkenal berarus kuat.
Karim, seorang calon migran yang juga gagal menyeberang, mengatakan kabar tentang sejumlah orang yang berhasil mencapai Ceuta membuat ribuan warga lainnya ikut mencoba.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!