Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Populasi Tiongkok Makin Menyusut, Dua Faktor Ini Penyebabnya

📅 Jumat, 17 Jan 2025, 14:30 WIB | Oleh:
Populasi Tiongkok Makin Menyusut, Dua Faktor Ini Penyebabnya Doc: NDTV/AFP
Ket. Menurunnya angka kelahiran di Tiongkok disebabkan oleh melonjaknya biaya hidup, serta semakin banyaknya wanita memasuki dunia kerja dan menempuh pendidikan tinggi.

BEIJING - Tiongkok mengatakan populasinya turun untuk tahun ketiga berturut-turut pada tahun 2024, melanjutkan tren penurunan setelah lebih dari enam dekade pertumbuhan karena negara itu menghadapi populasi yang menua dengan cepat dan tingkat kelahiran yang terus rendah.

Pernah menjadi negara dengan penduduk terbanyak di dunia, Tiongkok dikalahkan oleh India pada tahun 2023. Beijing berupaya meningkatkan angka kelahiran yang menurun melalui subsidi dan propaganda pro-fertilitas.

Populasi negara itu mencapai 1,408 miliar pada akhir tahun, kata Biro Statistik Nasional Beijing, turun dari 1,410 miliar pada tahun 2023.

Penurunan tersebut tidak setajam tahun sebelumnya, yang jumlahnya lebih dari dua kali lipat penurunan yang dilaporkan pada tahun 2022, data menunjukkan.

Tiongkok mengakhiri kebijakan ketat "satu anak" yang diberlakukan pada tahun 1980-an karena kekhawatiran akan kelebihan populasi pada tahun 2016 dan mulai mengizinkan pasangan untuk memiliki tiga anak pada tahun 2021.

Tetapi hal itu gagal membalikkan penurunan demografi bagi negara yang telah lama mengandalkan tenaga kerjanya yang besar sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.

Banyak yang mengatakan menurunnya angka kelahiran disebabkan oleh melonjaknya biaya hidup, serta semakin banyaknya wanita yang memasuki dunia kerja dan menempuh pendidikan tinggi.

Penurunan populasi kemungkinan akan terus berlanjut karena prospek ekonomi yang suram bagi kaum muda dan karena perempuan Tiongkok "menghadapi diskriminasi gender di pasar tenaga kerja yang mengakar", kata Yun Zhou, seorang sosiolog di Universitas Michigan, kepada AFP.

Orang-orang yang berusia di atas 60 tahun diperkirakan akan mencapai hampir sepertiga dari populasi Tiongkok pada tahun 2035, menurut Economist Intelligence Unit, sebuah kelompok penelitian.

Tren Tidak akan Berubah

Data yang dirilis pada hari Jumat (17/1) menunjukkan bahwa populasi berusia 60 tahun ke atas mencapai 310,31 juta jiwa, hanya beberapa poin persentase kurang dari seperempat populasi negara tersebut dan meningkat dari hampir 297 juta yang tercatat pada tahun 2023.

Namun, data tersebut juga menunjukkan angka kelahiran di Tiongkok, salah satu yang terendah di dunia,  naik sedikit dari tahun sebelumnya menjadi 6,77 per 1.000 orang.

"Peningkatan ini kemungkinan tidak akan berlangsung lama, karena populasi wanita usia subur diproyeksikan akan menurun tajam dalam beberapa dekade mendatang," kata Zhao Litao, peneliti senior di Institut Asia Timur, Universitas Nasional Singapura.

"Dalam jangka panjang, tren penurunan kelahiran, penyusutan populasi secara keseluruhan, dan penuaan dini tetap tidak berubah."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.