Waspada, Penyakit Katup Jantung Berkembang Perlahan, Kenali Gejalanya Sejak Dini!
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: IST
JAKARTA - Penyakit katup jantung sering berkembang secara perlahan sehingga banyak penderita tidak menyadari fungsi jantungnya mulai menurun hingga gejala menjadi lebih berat, sehingga deteksi dini melalui pemeriksaan menjadi penting untuk menentukan penanganan yang tepat.
Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Vera Citra Setiawan Hoei mengatakan penyakit katup jantung terjadi ketika katup mengalami penyempitan (stenosis) atau tidak dapat menutup sempurna (regurgitasi), sehingga aliran darah terganggu dan jantung harus bekerja lebih keras.
"Penyakit katup jantung terjadi ketika katup menyempit atau tidak menutup sempurna, sehingga aliran darah terganggu dan jantung bekerja lebih keras. Dalam jangka panjang, bisa terjadi pembesaran jantung, gangguan irama, hingga penurunan fungsi pompa. Karena gejalanya muncul perlahan, pemeriksaan penting untuk menilai kerusakan dan menentukan penanganan yang tepat untuk pasien," kata dr. Vera dalam keterangannya, Kamis.
Ia menjelaskan jantung memiliki empat katup, yakni mitral, aorta, trikuspid, dan pulmonal yang berfungsi menjaga aliran darah tetap mengalir ke arah yang benar. Jika katup mengalami gangguan dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat menyebabkan pembesaran ruang jantung, gangguan irama jantung, terbentuknya bekuan darah, hingga penurunan kemampuan jantung memompa darah.
Penyakit katup jantung dapat dipicu berbagai faktor, antara lain demam rematik setelah infeksi tenggorokan, proses penuaan dan pengapuran katup, infeksi katup jantung (endokarditis), kelainan bawaan, hipertensi, serangan jantung, maupun gagal jantung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gangguan tersebut dapat dialami oleh semua kelompok usia, mulai anak-anak hingga lanjut usia, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau faktor risiko terkait. Pada ibu hamil, kelainan katup yang sebelumnya tidak bergejala juga dapat mulai menimbulkan keluhan karena beban kerja jantung meningkat.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas saat beraktivitas atau berbaring, mudah lelah, jantung berdebar atau berdetak tidak teratur, nyeri dada, pusing hingga pingsan, serta pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut.
Menurut Vera, berat-ringannya gejala tidak selalu mencerminkan tingkat kerusakan katup karena sebagian pasien dengan gangguan berat dapat mengalami keluhan yang relatif ringan.
Pemeriksaan utama untuk menegakkan diagnosis adalah ekokardiografi atau USG jantung guna menilai bentuk dan fungsi katup, tingkat penyempitan atau kebocoran, ukuran ruang jantung, serta kekuatan pompa jantung. Pemeriksaan dapat dilengkapi dengan elektrokardiografi (EKG), rontgen dada, tes latih jantung, CT scan, MRI jantung, maupun kateterisasi jantung sesuai kondisi pasien.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan tidak semua pasien memerlukan operasi. Pada gangguan ringan, pasien dapat menjalani pemantauan berkala disertai pemberian obat untuk mengurangi cairan, mengontrol tekanan darah dan irama jantung, serta mencegah pembentukan bekuan darah sesuai indikasi.
"Penanganan ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan katup, gejala, fungsi pompa jantung, dan kondisi pasien. Pada kasus berat, tindakan dapat berupa pelebaran katup dengan balon, perbaikan atau penggantian katup, bedah minimal invasif, maupun TAVI untuk pasien tertentu," ujar Vera.
Sementara itu, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Margareth Aryani Santoso mengatakan penanganan penyakit katup jantung memerlukan diagnosis yang tepat, kolaborasi tim multidisiplin, serta fasilitas yang memadai sejak tahap pemeriksaan hingga rehabilitasi.
Menurut dia, layanan terpadu di bidang jantung diharapkan tidak hanya menangani kelainan katup, tetapi juga membantu mempertahankan fungsi jantung dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!