Toleransi Jangan Hanya Retorika Belaka
Sabtu, 28 Des 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim PenulisGuru berasal dari dua kata yakni ‘Gu’ artinya kegelapan, ‘Ru’ artinya obor. Maka guru itu berarti penerang dalam kegelapan. Di dalam dirinya ada wibawa spiritualitas. Selama ini, guru hanya dipahami sebagai pengajar. Sementara murid, artinya orang yang berkehendak serius untuk mendapatkan ilmu.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Bagaimana untuk pelaksanaannya di Kemenag?
Kami terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan, pelatihan, dan fasilitas yang memadai. Pemerintah juga terus berkomitmen untuk memastikan para guru memiliki hak yang sama sebagaimana insan pendidik lainnya. Kemenag juga terus berupaya meningkatkan kemampuan para guru agar kompeten dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin berkembang.
Kementerian Agama menganggarkan sejumlah anggaran dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional pada 2025. Kemenag misalnya menganggarkan 897.157.500.000 rupiah untuk Insentif Guru Non PNS. Kami terus berupaya mengusahakan peningkatan kesejahteraan guru sebagai pilar utama pendidikan.
Meski dengan keterbatasan anggaran, kami terus berupaya mencetak prestasi yang membanggakan di bidang pendidikan keagamaan. Walaupun demikian, tetap kita menampilkan satu penampilan yang luar biasa, karena sepertinya tidak kalah dengan penyelenggaraan pendidikan yang lain. Bahkan di tingkat madrasah, insan cendekia itu belum tertandingi sebagai urutan pertama sampai sekarang ini.
Koordinasi dengan kementerian pendidikan seperti apa?
Kami sudah membahas upaya percepatan proses Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kami membahas upaya untuk mengatasi antrean PPG bagi guru mata pelajaran agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu) di sekolah umum dan guru mata pelajaran umum di lembaga pendidikan agama.
Jika tidak ada terobosan percepatan, daftar antreannya bisa mencapai 30–50 tahun. Masih banyak mereka yang belum mendapatkan sertifikasi. Jadi, untuk mempercepat pengantrean itu kami bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kerja sama ini, sangat penting karena kedua kementerian sama-sama mengelola pendidikan. Kalau pendidikan umumnya di Kemendikdasmen, pendidikan agamanya di Kementerian Agama. Kami sepakat mengakumulasi sumber daya untuk menghasilkan solusi yang cepat dan efektif. Harapannya kerja sama ini dapat memberikan dampak bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Kita bicarakan bersama ke depan apa yang bisa kita bantu di sini dan apa yang bisa diperbantukan untuk kita, apa yang bisa kita sinergikan. Alhamdulillah banyak kemajuan. Kita menyelesaikan masalah budgeting-nya. Kita akumulasi sesuatu yang cepat dan lebih bagus.
Untuk sertifikasi guru sendiri di Kemenag saat ini kondisinya seperti apa?
Kementerian Agama tahun ini menggelar Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk 28.536 guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Mereka adalah guru yang diangkat pemerintah daerah, Kemendikbud, yayasan, dan juga Kementerian Agama. Selama 2024, PPG digelar dalam dua angkatan: 13.409 peserta pada angkatan pertama, dan 15.127 peserta pada fase kedua. Dari jumlah itu, sebanyak 16.719 adalah guru ASN (5.469 PNS dan 11.250 PPPK) dan 11.817 adalah Non ASN.
Anggaran yang dikeluarkan untuk program PPG 2024 mencapai 142,68 miliar rupiah. Biayanya bersumber dari anggaran pemerintah daerah serta lembaga pemerintah non-struktural, seperti Baznas, BWI, dan Baitul Mal. Kemenag berperan sebagai koordinator.

Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!