Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Toleransi Jangan Hanya Retorika Belaka

8 Sabtu, 28 Des 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Toleransi Jangan Hanya Retorika Belaka Toleransi Jangan Hanya Retorika Belaka Doc: ANTARA/M Adimaja
Ket. Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA

Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan keragamannya, termasuk dalam kehidupan beragama. Kerukunan menjadi penting untuk menjaga persatuan antarmasyarakat. Meski begitu kerap muncul banyak kasus di masyarakat yang berkaitan dengan konflik antarumat beragama.

Kementerian Agama (Kemenag) merupakan kepanjangan tangan pemerintah untuk mengurusi hal tersebut. Moderasi beragama menjadi hal yang kerap didengungkan untuk merawat kerukunan antarumat beragama. Meski begitu, Kemenag juga memiliki tugas lain seperti penyelenggaraan pendidikan serta penyelenggaraan ibadah haji.

Kedua hal tersebut juga tidak luput dari isu-isu yang butuh perhatian lebih. Terkait pendidikan, Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Terkait ibadah haji misalnya, sempat muncul polemik serta pembentukan Tim Panitia Khusus Ibadah Haji untuk mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2024.

Untuk mengetahui terkait ketiga isu tersebut, wartawan Koran Jakarta, Muhamad Ma'rup, mewawancarai Menteri Agama (Menag), Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, dalam beberapa kesempatan. Berikut petikan wawancaranya.

Indonesia terkenal dengan keragamannya, termasuk dalam kehidupan beragama. Bagaimana Anda memandang hal tersebut?

Nilai jual Indonesia bukan hanya mineral yang diekspor ke berbagai negara. Ada juga salah satu selling point atau nilai jual Indonesia, yaitu kerukunan. Tidak ada negara seplural Indonesia yang mampu menciptakan kerukunan sedemikian indah di kolong langit ini, kecuali Indonesia.

Coba kita lihat di Timur Tengah, etniknya tidak lebih dari empat. Afghanistan ada tujuh etnik. Kita 1.500 lebih. Kondisi di negara-negara kawasan teluk yang hingga saat ini tidak kunjung lepas dari konflik. Padahal, bahasa mereka sama, peradabannya sama, tapi tidak bisa kompak.

Kita yang sedemikian luas, kepulauan, warna kulit berapa, bahasa berapa, tapi bisa kompak dalam Bhinneka Tunggal Ika. Ini lukisan Tuhan yang harus kita syukuri. Perbedaan adalah karunia Tuhan. Untuk itu, menjadi tugas warga Indonesia untuk merawat karunia Tuhan dalam bentuk Indonesia.

Indonesia itu lukisan hidup, lukisan Tuhan. Jangan ada yang mengacak-acak. Merusak itu perbuatan dosa. Indonesia sedemikian utuh, jangan ada yang mengacak-acak. Perbedaan harus dirayakan.

Toleransi tidak boleh hanya menjadi retorika belaka. Toleransi jangan hanya menjadi hiasan bibir. Toleransi yang sejati adalah kesediaan kita menerima orang yang berbeda dengan kita dengan tulus.

Bagaimana Anda mendorong agar terciptanya kerukunan antarumat beragama?

Saya sudah meminta Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) untuk lebih aktif memotret dan memetakan fenomena kerukunan umat beragama di masyarakat. BMBPSDM adalah unit eselon I di Kemenag yang merupakan peralihan dari Badan Litbang dan Diklat Kemenag. Badan ini bertugas untuk merumuskan dan memberikan rekomendasi kebijakan di bidang moderasi beragama dan pengembangan sumber daya manusia di bidang keagamaan.

Tugas Kementerian Agama itu bukan bagaimana menyatukan umat, melainkan memberi pembelajaran pada umat bagaimana hidup berdampingan. Untuk dapat memberikan pembelajaran itu, kita perlu mengetahui mapping kerukunan masyarakat yang ada. Kehadiran BMBPSDM ini harus lebih aktif memotret berbagai fenomena (kerukunan) masyarakat yang ada.

Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena memberi geografis Indonesia di posisi silang yang diapit oleh dua samudra dan diapit dua benua. Berada di pusat terpadat lalu lintas dunia, Indonesia dapat bertahan menjadi negara kesatuan.

Berdasarkan riset, perekat terbaik pluralisme di Indonesia adalah kerekatan umat beragamanya. Jadi, selama kerukunan antarumat beragama kokoh, maka tidak ada satu pun kekuatan negara asing yang bisa merusak negeri kita.

Penguatan Moderasi Beragama menjadi sangat penting, yakni berupaya menjaga keutuhan bangsa melalui pendekatan keagamaan. Peta geososial dan geopolitik perlu dibaca sehingga bisa dikaitkan dengan peran dan fungsi agama bagi masyarakatnya. Selain itu, kita juga perlu memiliki peta potensi konflik keagamaan sebagai early warning langkah-langkah yang efektif untuk itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Perum Bulog Bandung Jamin S...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.