Toleransi Jangan Hanya Retorika Belaka
Sabtu, 28 Des 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSaat ini ada transisi organisasi di Kemenag. Bagaimana hal tersebut tidak mengganggu persiapan dan pelaksanaan ibadah haji 2025?
Saat ini ada Badan Penyelenggara Haji (BP) Haji. BP Haji akan fokus pada penyelenggaraan ibadah haji dengan tetap berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama. Jadi untuk tahun 2025, Kementerian Agama tetap bertanggung jawab atas penyelenggaraan ibadah haji. Karena penyelenggaraan haji tahun depan sudah berjalan, kami memastikan koordinasi intensif dengan BP Haji agar prosesnya berjalan lancar dan lebih baik dari tahun sebelumnya.
Haji tidak boleh gagal gara-gara transisi organisasi. Kami akan bekerja keras untuk memastikan transisi berjalan mulus tanpa mengorbankan kualitas pelayanan jemaah. Untuk memastikan hal tersebut, perlu adanya komunikasi intensif dengan berbagai pihak baik dengan Badan Haji maupun komisi VIII DPR RI.
Insya Allah transisi berjalan dengan halus sehingga tidak adanya kendala bagi jemaah haji. Kita sudah bersepakat antara Badan Penyelenggara Haji dan Kementerian Agama RI. Karena yang utama adalah keselamatan dana kenyamanan jemaah haji.
Sudah ada pertemuan dengan pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji. Seperti apa tanggapan atau bahasan dari pertemuan tersebut?
Alhamdulillah, Menteri Haji Arab Saudi, Tawfiq F Al Rabiah, di luar dugaan kami ternyata sangat apresiasi terhadap gagasan-gagasan yang kami planning-kan tahun ini. Menteri Haji dan timnya di Saudi Arabia kemarin lebih siap untuk memberikan perhatian khusus kepada Indonesia.
Beliau juga mengapresiasi Pak Presiden Prabowo yang membentuk badan khusus yaitu Badan Penyelenggara Haji. Ditambah lagi dengan penguatan-penguatan yang dilakukan oleh Menteri Agama.
Salah satu poin yang dibahas adalah permintaan tambahan petugas haji. Kami minta tambahan petugas ya. Karena saya sampaikan bahwa jemaah haji kita itu nanti banyak yang senior, banyak yang lanjut usia, dan itu membutuhkan bantuan baik itu tenaga medis, maupun juga tenaga personal.
Untuk kuota jemaah haji tahun 2025 nanti apakah ada penambahan?
Kepastian kuota itu juga seperti tahun lalu ya. Jadi intinya seperti itu ya, kuota kita kan ditentukan oleh OKI (Organisasi Kerjasama Islam). Kami lebih mementingkan untuk membicarakan ketertibannya, tapi per hari ini kami tidak membicarakan tambahan kuota. Karena siapa tahu nanti tambahan kuota itu malah justru memberikan beban pelaksanaan ibadah haji ini.
Meski begitu, pemerintah akan membahas kuota haji dengan pemerintah Arab. Jadi, soal nanti kalau kita sudah siap dengan tambahan kuota, mungkin kita akan pikirkan. Tapi, kalau itu dimungkinkan dengan segala sesuatunya secara profesional, tidak tertutup kemungkinan untuk itu.
Saat ini, kita sudah melakukan seleksi calon jemaah haji ya, siapa saja yang Istitha'ah, siapa yang tidak Istitha'ah. Siapa yang sakit dan siapa yang meninggal. Prosesnya sudah 80 persen dan awal Januari ini sudah selesai siapa nanti akan jadi calon jemaah haji secara resmi.
Kemenag juga mengurusi pendidikan. Bagaimana pandangan Anda terkait pengelolaan pendidikan di Kemenag?
Pentingnya menanamkan rasa cinta sejak dini kepada anak-anak Indonesia. Karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum yang berbasis cinta di lingkungan pendidikan agama dan keagamaan.
Guru lembaga pendidikan agama dan keagamaan tidak semata mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak. Lebih dari itu, mereka juga menanamkan nilai-nilai agama. Karena itu, metodologinya juga berbeda. Aktivitas di lembaga pendidikan agama dan keagamaan tidak semata belajar, mengerjakan PR (pekerjaan rumah), dan evaluasi, tapi juga diwarnai dengan kegiatan ibadah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!