Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Lereng Gunung Sumbing Gelar Tradisi Nyadran dan Srobong Gobang

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 14:36 WIB | Oleh:
Warga Lereng Gunung Sumbing Gelar Tradisi Nyadran dan Srobong Gobang Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Desa Tlilir, Kecamatan Tlogomulyo, Faturohman menggelar tradisi jamasan srobong gobang di saksikan oleh warga setempat di Temanggung, Jumat (30/1/2026).

Warga lereng Gunung Sumbing di Desa Tlilir, Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung menggelar tradisi nyadran dan srobong gobang atau alat untuk memotong tembakau.

Kepala Desa Tlilir, Faturohman di Temanggung, Jumat, mengatakan nyadran dan jamasan (mencuci) srobong gobang sebagai tradisi yang rutin dilakukan setiap tahun, sebagai momentum penting bagi masyarakat untuk membersihkan diri sekaligus menyingkirkan hal-hal negatif, baik secara lahir maupun batin.

Dikatakan, dalam prosesi yang berlangsung sejak pagi warga berkumpul di kantor desa sebagai titik awal kegiatan. Dari sana masyarakat berjalan bersama mengelilingi dusun sebelum akhirnya menuju lokasi pemakaman umum.

Sebelum berangkat ke pemakaman umum, para tokoh masyarakat mencuci srobong gobang atau alat untuk memotong tembakau.

"Prosesi dilakukan secara gotong royong, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang masih terjaga hingga kini," kata dia.

Setelah sampai di makam, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama, tahlilan, dan pengiriman doa untuk para leluhur yang telah meninggal dunia.

Dikatakan, tradisi nyadran bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana memperkuat ikatan sosial warga.

"Melalui kegiatan ini, kita bisa melihat kekompakan dan gotong royong masyarakat. Kami selalu mengedepankan kebersamaan. Ketika kita bersatu, semua terasa lebih ringan karena dijalani bersama-sama,” katanya.

Menurut dia, tradisi ini juga menjadi pembelajaran sosial bagi warga, khususnya generasi muda, tentang arti persatuan dan rasa memiliki terhadap desa.

"Harapannya masyarakat bisa merasakan satu rasa dan satu tujuan. Dari sinilah nilai kebersamaan itu tumbuh dan terus diwariskan," katanya.

Tradisi nyadran srobong gobang pun menjadi bukti bahwa kearifan lokal masih hidup, menjaga harmoni antara manusia, alam, dan nilai spiritual yang diwariskan turun-temurun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pekerja Sektor Pariwisata di Maluku Mulai Disertifikasi

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pekerja Sektor Pariwisata d...
Daerah
Musim Kemarau Membuat Garut...
Daerah
Berdayakan Warga Kurang Mam...

Alwi Obati Kekecewaan atas Kekalahan Jojo

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Alwi Obati Kekecewaan atas ...

OJK-Komdigi Bersinergi Putus Ekosistem Judi Online

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
OJK-Komdigi Bersinergi Putu...
Daerah
Gunung Semeru Kembali Erups...

Denza Luncurkan Supercar Listrik Denza Z

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Otomotif
Denza Luncurkan Supercar Li...
Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.