Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Meminta Belanja Pemerintah dalam APBN Tahun 2025 Harus Dimanfaatkan Seefisien Mungkin

📅 Kamis, 12 Des 2024, 02:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Presiden Meminta Belanja Pemerintah dalam APBN Tahun 2025 Harus Dimanfaatkan Seefisien Mungkin Doc: antara
Ket. Presiden RI, Prabowo Subianto

JAKARTA– Presiden RI, Prabowo Subianto, mengingatkan akan kondisi geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian, yang diwarnai ketegangan akibat peperangan dan persaingan ketat antarnegara besar.Kondisi tersebut mengakibatkan ketidakpastian di bidang ekonomi, bahkan kecenderungan ada perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi di negara-negara besar.

“Karena itu, APBN tahun 2025 dirancang untuk menjaga stabilitas, inklusivitas, keberlanjutan dengan kehati-hatian. Kita punya cita-cita yang tinggi, tapi kita harus terus melakukan pengendalian ekonomi secara prudent, hati-hati, dan terencana dengan baik,” kata Presiden saat penyerahan DIPA dan TKD 2025, serta peluncuran katalog elektronik di Istana Negara Jakarta.

Bahkan, negara-negara yang dianggap lebih maju dari Indonesia justru diwarnai dengan kondisi darurat militer dan ketegangan-ketegangan lain. Sebab itu, kita harus waspada bahwa setiap saat bisa muncul kondisi yang lebih parah dari kondisi sekarang,” kata Presiden.

Sebab itu, Presiden meminta agar belanja pemerintah dalam APBN Tahun 2025 harus dimanfaatkan seefisien dan sehemat mungkin di seluruh bidang. Kepala Negara juga kembali meminta pemerintah daerah (pemda) untuk memerangi kebocoran anggaran, dan menempatkan anggaran negara hanya untuk kepentingan rakyat.

“Kita harus menjamin setiap rupiah uang rakyat sampai ke rakyat yang memerlukan. Kita tidak boleh lagi toleransi terhadap kebocoran, pengeluaran yang boros, hal-hal yang tidak langsung mengatasi kesulitan rakyat, hal-hal yang tidak produktif,” kata Prabowo.

Presiden pun mengajak seluruh unsur untuk mengurangi pengeluaran yang bersifat seremonial atau peresmian, mengurangi kegiatan bersifat kajian atau seminar, dan lebih fokus untuk mengatasi masalah secara langsung.

Menanggapi kondisi tersebut, pengamat ekonomi, Salamudin Daeng, mengakui kalau kondisi APBN 2025 berat. APBN, jelasnya, tidak pernah naik secara riil dibandingkan 10 tahun lalu jika diukur dalam mata uang dollar AS.

Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kurs rata rata 7.000–8.000 rupiah per dollar AS. Sekarang, 15.500 rupiah per dollar AS. “APBN terakhir SBY 1.600 triliun rupiah atau 220 miliar dollar AS saat itu. Sekarang APBN 2025 dirancang 3.600 triliun rupiah atau setara juga dengan 220 miliar dollar. Sama saja,” papar Salamuddin.

Hal yang membuat kondisi APBN tidak pernah naik karena dibuat bergantung pada utang. Meskipun APBN tidak bertambah dalam dollar AS, namun utang Indonesia bertambah dalam dollar karena pelemahan kurs.

“Jadi, APBN Indonesia akan selamanya lemah dalam perdagangan internasional atau hubungan apapun secara internasional,”jelas Salamuddin.

Sebab itu, pemerintahan Presiden Prabowo harus mencari jalan ke luar dari sistem APBN yang lemah, dan dilemahkan secara sistematis untuk membuat negara bergantung pada utang dari sektor swasta dan dari luar negeri.

“APBN yang seperti ini tidak akan meningkatkan kapasitas negara dalam berbagai bidang di tengah ancaman internasional yang meningkat seperti krisis, perang dan perubahan iklim serta transisi sistem moneter dan digitalisasi,” katanya.

Ancaman ke depan, tambahnya, akan sangat besar yang menuntut pemerintah harus belajar dari pengalaman pandemi Covid-19. Saat itu, pemerintah terpaksa menambah utang sebesar 3.000 triliun rupiah dalam tiga tahun Covid.

Pemerintah juga diminta segera menerapkan Undang-Undang Mutual Legal Assistance (MLA) dalam rangka penyelamatan aset, kekayaan, dan keuangan negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.