Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anggota WHO Sepakat Perpanjang Negosiasi Pandemi

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anggota WHO Sepakat Perpanjang Negosiasi Pandemi Doc: AFP/FABRICE COFFRINI
Ket. Tedros Adhanom Ghebreyesus

JENEWA – Negara-negara anggota WHO telah sepakat untuk memperpanjang negosiasi mengenai elemen kunci dari perjanjian pandemi hingga satu tahun, kata organisasi tersebut pada Selasa (19/5). Keputusan tersebut diambil selama sidang tingkat tinggi tahunan Organisasi Kesehatan Dunia, yang saat ini sedang berlangsung di Jenewa, Swiss.

“Komitmen negara-negara anggota untuk melanjutkan negosiasi adalah sinyal yang jelas bahwa mereka bukannya menyerah, melainkan terus maju,” kata kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. “Saya sangat yakin mereka akan berhasil,” imbuh dia.

Pada Mei 2025 lalu, negara-negara anggota WHO mengadopsi perjanjian pandemi penting tentang penanganan krisis kesehatan di masa depan, setelah lebih dari tiga tahun negosiasi yang dipicu oleh guncangan Covid-19. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya respons internasional yang tidak terkoordinasi seperti yang terjadi pada pendekatan terhadap krisis virus korona di masa mendatang selama pandemi-pandemi berikutnya.

Namun, satu elemen kunci terlewatkan dalam upaya meloloskan perundingan perjanjian: Menentukan bagaimana sistem yang disebut Akses Patogen dan Pembagian Manfaat (PABS) akan berfungsi dalam praktiknya.

Lampiran tersebut membahas tentang berbagi akses terhadap patogen berbahaya yang berpotensi menyebabkan pandemi, dan kemudian berbagi manfaat yang diperoleh darinya, baik itu berupa vaksin, tes, dan pengobatan.

Pembagian Manfaat

Rencananya bagian terakhir itu akan diselesaikan tepat waktu untuk Sidang Majelis Kesehatan Dunia 2026, tetapi ketika tenggat waktu terakhir semakin dekat, kian jelas ada perbedaan pendapat yang mendalam antara negara-negara kaya dan negara-negara berkembang.

Beberapa negara, terutama di Afrika, menginginkan jaminan bahwa setelah mereka berbagi data patogen, mereka akan memiliki akses ke segala sesuatu yang dikembangkan menggunakan informasi tersebut.

Selama debat di majelis pada 18 Mei, perwakilan Afrika Selatan menegaskan bahwa setiap perjanjian perlu memastikan kesetaraan, memperingatkan bahwa lampiran yang kosong lebih buruk daripada tidak ada lampiran sama sekali dan hal itu mengakibatkan kebuntuan.

Sementara itu, negara-negara Eropa, terutama yang memiliki industri farmasi besar, telah memperingatkan bahwa pembagian keuntungan wajib berisiko menghambat penelitian dan pengembangan.

“Sejumlah isu memerlukan diskusi lebih lanjut yang signifikan,” kata perwakilan Siprus, yang berbicara atas nama negara-negara Uni Eropa.

Mengingat perpecahan yang masih berlanjut, negara-negara tersebut memilih pada Selasa pagi untuk memberikan perpanjangan waktu lagi kepada diri mereka sendiri.

“Negosiasi akan dilanjutkan dengan tujuan untuk mempresentasikan hasilnya pada pertemuan berikutnya, yang dijadwalkan akan berlangsung pada Mei 2027, atau jika perlu, lebih awal melalui sesi khusus Majelis Kesehatan Dunia pada tahun 2026,” demikian bunyi teks yang diadopsi.

Dalam sebuah sesi wawancara dengan AFP, Helen Clark, mantan perdana menteri New Zealand dan ketua bersama Panel Independen untuk Kesiapan dan Respons Pandemi, menyesalkan bahwa proses tersebut berlarut-larut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.