Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Hutan Kanada Makin Parah, Studi Ungkap Perubahan Iklim Jadi Biang Keladinya

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Hutan Kanada Makin Parah, Studi Ungkap Perubahan Iklim Jadi Biang Keladinya Doc: Antara
Ket. Foto udara menunjukkan kebakaran hutan dekat Sherridon, Manitoba, Kanada

Washington – Perubahan iklim yang dipicu oleh aktivitas manusia membuat kondisi cuaca ekstrem yang memicu kebakaran hutan di Kanada pada 2026 menjadi dua kali lebih mungkin terjadi, demikian hasil studi yang dirilis pada Rabu (6/8).

Meski musim kebakaran tahun ini sempat diawali dengan aktivitas di bawah rata-rata, cuaca panas dan kering yang berlangsung berkepanjangan sejak Juli mempercepat penyebaran kebakaran di berbagai wilayah Kanada, terutama di Ontario dan Northwest Territories.

Hingga kini, lebih dari 3,8 juta hektare lahan telah terbakar sepanjang 2026. Bencana tersebut memaksa ribuan warga mengungsi dan membuat jutaan orang terpapar asap berbahaya.

Untuk mengukur pengaruh perubahan iklim terhadap peristiwa tersebut, para peneliti dari kelompok World Weather Attribution (WWA) menggunakan data observasi dan model iklim. Mereka membandingkan kondisi saat ini dengan skenario dunia tanpa pemanasan global sekitar 1,4 derajat Celsius sejak era pra-industri.

Penelitian difokuskan pada periode tujuh hari dan 30 hari dengan kondisi cuaca paling ekstrem yang mendukung terjadinya kebakaran di Ontario dan Northwest Territories.

Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat kondisi cuaca ekstrem tersebut terjadi sekitar dua kali lebih sering dibandingkan jika pemanasan global tidak terjadi.

WWA menyatakan, berdasarkan data observasi, kondisi cuaca yang memicu kebakaran seperti tahun ini kini tidak lagi tergolong langka.

Di wilayah Northwest Territories, kondisi serupa diperkirakan dapat terjadi setiap dua hingga enam tahun, sedangkan di Ontario sekitar enam hingga 15 tahun sekali.

Sebaliknya, dalam dunia tanpa perubahan iklim akibat ulah manusia, kondisi ekstrem seperti itu diperkirakan hanya akan terjadi sekitar 40 tahun sekali.

Penulis utama studi dari Imperial College London, Theodore Keeping, mengatakan kebakaran hutan yang melanda Kanada sejak 2023 telah mengalami perubahan besar dari sisi skala maupun intensitas.

"Sejak 2023, kebakaran hutan yang kita lihat di seluruh Kanada pada dasarnya sangat berbeda dalam hal skala dan intensitasnya," ujar Keeping.

Ia menilai luasnya penyebaran kebakaran menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran hutan, langkah adaptasi saja tidak cukup untuk mengatasi ancaman yang semakin besar.

Menurutnya, dunia perlu segera mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil agar kejadian serupa tidak semakin sering terjadi.

Para peneliti menjelaskan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia semakin menciptakan kondisi yang mendukung kebakaran hutan lebih sering dan lebih hebat melalui peningkatan suhu, musim kering yang lebih panjang, serta atmosfer yang lebih "haus", sehingga mempercepat pengeringan vegetasi dan bahan organik yang mudah terbakar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
Negara G7 Mengutuk Serangan...
Luar Negeri
California Umumkan Darurat ...
Luar Negeri
Topan Dujuan Terjang Wilaya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.