Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Raja Charles Memulai Lawatannya ke Australia dengan Kebaktian Gereja

📅 Minggu, 20 Okt 2024, 13:29 WIB | Oleh:
Raja Charles Memulai Lawatannya ke Australia dengan Kebaktian Gereja Doc: BBC/Reuters
Ket. Raja Charles menyapa khalayak ramai saat berkunjung ke Gereja Anglikan St. Thomas di Sydney.

JAKARTA - Raja Charles dan Ratu Camilla memulai kunjungannya ke Australia. Mereka bergabung dengan jemaat gereja di Sydney untuk kebaktian Minggu pada hari pertama kunjungan mereka.

Dilaporkan BBC, kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Raja Charles ke Australia sejak menjadi kepala negara pada September 2022 dan merupakan perjalanan terbesar yang dilakukan Raja sejak perawatan kanker pada Februaril alu.

Kunjungan enam hari ke negara Persemakmuran itu meliputi pertemuan dengan para pemimpin politik dan masyarakat, juga merayakan masyarakat, budaya, dan warisan bangsa tersebut.

Raja dan Ratu bergabung dengan anggota Gereja Anglikan St. Thomas di Sydney utara untuk kebaktian yang dipimpin oleh uskup agung kota itu, Yang Terhormat Kanishka Raffel.

Pasangan kerajaan itu bertemu dengan beberapa simpatisan setelah kerumunan sekitar ratusan orang - banyak yang telah mengantre sejak pagi hari - diizinkan masuk ke halaman gereja untuk berbicara dengan keduanya setelah kebaktian.

Di luar gereja, sekelompok kecil pengunjuk rasa berjumlah sekitar 20 orangmeneriakkan "bukan Raja kami".

Mereka membawa spanduk, salah satunya bertuliskan "dekolonisasi", dan melambaikan bendera Aborigin dan Palestina.

Wayne Wharton, seorang pengunjuk rasa suku Aborigin Kooma dari Brisbane, berseru: "Saya menuduhmu, saya menuduh Raja … atas kejahatan terhadap negara-negara berdaulat di negeri ini … atas kejahatan perang terhadap rakyat kami."

"Saya tidak mengakui pendudukan ilegal di negara ini," katanya.

Selama berada di negara Persemakmuran, kunjungan Raja Charles mencakup dukungan proyek lingkungan dan tinjauan angkatan laut di Pelabuhan Sydney.

Raja berusia 75 tahun itu juga diperkirakan akan bertemu dengan dua ilmuwan Australia, Georgina Long dan Richard Scolyer, yang telah melakukan penelitian perintis pada melanoma - salah satu kanker paling umum di negara itu.

Akan ada resepsi di ibu kota pada hari Senin untuk menyambut Raja Charles, tetapi enam perdana menteri negara bagian - New South Wales, Victoria, Queensland, Australia Barat, Australia Selatan, dan Tasmania - mengatakan tidak dapat hadir.

Sebuah posting di akun X Keluarga Kerajaan mengatakan Raja akan berpidato di hadapan parlemen Australia di ibu kota Canberra.

Perawatan kanker Raja telah ditangguhkan selama berada di Australia dan selama perjalanan berikutnya di Samoa, di mana ia akan menghadiri pertemuan puncak para pemimpin Persemakmuran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Kemenkes: 3 Juta Orang Terp...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Dunia La...

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.