Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 19:57 WIB | Oleh:
Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya Doc: Istimewa

BEIJING - Satu tim peneliti yang dipimpin oleh Tiongkok mengembangkan jenis cip penglihatan yang mengubah cahaya secara langsung menjadi token, sehingga memangkas berbagai tahapan pemrosesan yang biasanya mengonsumsi daya dan memperlambat kinerja.

Studi yang dilakukan bersama oleh Universitas Nanjing dan Universitas Nasional Singapura tersebut telah diterbitkan pada Rabu (19/8) di jurnal Nature Sensors.

Berbeda dengan sensor konvensional, yang menangkap cahaya lalu mendigitalkannya, melakukan buffer, kemudian mentransfer data sebelum menghasilkan token, perangkat baru ini melakukan konversi tersebut di ranah fisik.

Cip ini dilengkapi dengan serangkaian piksel khusus yang masing-masing mampu mendeteksi cahaya secara serempak, menyimpan data secara lokal, dan melakukan komputasi.

Sirkuit periferal pada cip tersebut dapat mengaktifkan wilayah piksel secara selektif untuk membagi sebuah citra menjadi beberapa blok.

Terhadap setiap blok yang dipilih, urutan tegangan tertentu diterapkan, sehingga informasi optik yang disimpan bisa melakukan operasi matematis secara langsung dalam ranah analog, dengan arus output berfungsi sebagai token.

"Cip ini secara fisik meniadakan proses perpindahan data, yang merupakan sumber utama pemborosan energi," ujar Liang Shijun, seorang profesor di Universitas Nanjing.

"Begitu cahaya masuk, token dihasilkan," jelasnya.

Pendekatan ini, yang disebut sebagai "tokenisasi fisik," mengubah cip tersebut dari perekam gambar pasif menjadi penghasil visual-semantik yang aktif, ujar Liang.

Dalam pengujian, sistem yang menggunakan cip tersebut mencapai akurasi pengenalan gambar hingga 87,3 persen, mendekati tolok ukur perangkat lunak konvensional, serta meningkatkan efisiensi energi lebih dari 10 kali lipat selama tahap tokenisasi, tambahnya.

"Desain ini membalikkan urutan tradisional 'penginderaan-buffer-komputasi' dan membuka jalan baru untuk mengatasi hambatan daya dan komputasi pada Edge AI di era pasca-Moore," ujar Miao Feng, seorang profesor di Universitas Nanjing.

Dia menambahkan bahwa teknologi tersebut dapat menyediakan fondasi penglihatan yang sangat efisien dengan latensi hampir nol untuk kecerdasan berwujud (embodied intelligence), drone, serta keamanan pintar, sekaligus mempercepat penerapan AI fisik dalam skala besar. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.