Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 15:22 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Indonesia berhasil mengamankan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 5,2 juta ton tanpa melakukan impor beras. Ketersediaan stok bahan pangan pokok tersebut disiapkan secara matang guna menghadapi ancaman fenomena alam El Nino.
Langkah antisipasi pemerintah kali ini dinilai jauh lebih siap dibandingkan saat menghadapi krisis iklim sebelumnya. Pada periode fenomena El Nino 2023 dan 2024 impor beras tercatat sempat menyentuh angka 7 juta ton.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan kesiapan pangan nasional. Pernyataan resmi mengenai stok beras darurat tersebut disampaikan dalam siaran pers di Jakarta Sabtu (22/8).
"Dulu pernah El Nino (tahun) 2016, kita selamat. Jadi dulu saja dalam waktu singkat, kita bisa bertahan, apalagi sekarang dengan pengalaman El Nino sampai tiga kali," kata Amran.
Amran mengutarakan evaluasi penanganan krisis pangan yang melanda tanah air pada beberapa tahun sebelumnya. Pengalaman berharga tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara mandiri dalam jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tapi (El Nino) 2023 dan 2024, itu persiapan agak kurang, sehingga impornya 7 juta ton. Sekarang kita sudah persiapkan El Nino, stok (CBP) kita 5,2 juta ton," ujar dia.
Badan Pangan Nasional menyalurkan beras cadangan secara bertahap ke berbagai daerah hingga 21 Agustus 2026. Penyaluran komoditas beras tersebut difokuskan untuk mengendalikan stabilitas harga di pasar saat musim kemarau.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memberikan keterangan terkait realisasi pendistribusian. Intervensi pasar dilakukan untuk menekan potensi lonjakan inflasi beras akibat puncak musim kemarau.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Realisasi distribusi cadangan beras pemerintah telah mencapai 1,65 juta ton, kami optimis mampu mengerem perkembangan harga," kata Ketut.
Ketut menegaskan keoptimisan pemerintah mengenai laju pergerakan inflasi bahan pokok masyarakat yang tetap terjaga. Keyakinan tersebut didasari oleh data kenaikan bulanan yang terjadi pada periode fenomena El Nino terdahulu.
"Pemerintah meyakini pergerakan inflasi beras tidak meonjak seperti pada El Nino edisi tahun 2023 dan 2024," ujar dia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras bulanan pernah mengalami kenaikan drastis hingga 5,61 persen. Lonjakan angka inflasi bulanan tersebut tercatat secara resmi pada data statistik bulan September 2023.
Tingkat inflasi beras juga pernah melonjak tinggi mencapai angka 5,32 persen pada Februari 2024. BPS mencatat kenaikan tersebut dipicu oleh dampak fenomena kemarau ekstrem yang melanda seluruh wilayah. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!