Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapal Perang Australia Terobos Selat Taiwan, Militer Tiongkok Pasang Status Siaga

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 19:00 WIB | Oleh:
Kapal Perang Australia Terobos Selat Taiwan, Militer Tiongkok Pasang Status Siaga Doc: Reuters
Ket. Sebuah kapal perang Australia berlayar melalui Selat Taiwan pada akhir pekan lalu, menurut sumber pemerintah setempat, dalam pelayaran terbaru di jalur perairan sensitif tersebut.

JAKARTA - Sebuah kapal perang Australia berlayar melalui Selat Taiwan pada akhir pekan lalu, menurut sumber pemerintah setempat, dalam pelayaran terbaru di jalur perairan sensitif tersebut. Transit ini kembali menyoroti dinamika keamanan di kawasan yang selama ini menjadi titik ketegangan antara Tiongkok dan negara-negara sekutu Amerika Serikat.

Kapal yang dimaksud adalah HMAS Toowoomba, fregat kelas Anzac milik Angkatan Laut Kerajaan Australia. Kapal tersebut disebut melakukan pelayaran rutin melalui Selat Taiwan pada Jumat dan Sabtu sebagai bagian dari Penempatan Kehadiran Regional di kawasan Indo-Pasifik.

Sumber pemerintah Australia menyatakan bahwa seluruh interaksi dengan kapal dan pesawat asing berlangsung aman dan profesional. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa transit dilakukan sesuai hukum internasional dan prosedur navigasi yang berlaku.

Di sisi lain, media yang didukung pemerintah Tiongkok, Global Times, melaporkan bahwa militer negara itu melakukan pelacakan dan pemantauan secara menyeluruh selama kapal Australia melintas. Laporan tersebut mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya dan menyebut Tentara Pembebasan Rakyat melakukan operasi peringatan selama transit berlangsung.

Pemerintah Tiongkok memandang Selat Taiwan sebagai bagian dari perairan teritorialnya dan kerap merespons secara tegas terhadap kehadiran militer asing di kawasan tersebut. Selain mengklaim kedaulatan atas Taiwan, Beijing menilai selat yang sempit dan strategis itu sebagai wilayah yang berada dalam lingkup kepentingan keamanannya.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan bahwa pihaknya memantau secara ketat wilayah udara dan perairan di sekitar pulau tersebut. Dalam pernyataannya, kementerian menegaskan bahwa Selat Taiwan merupakan jalur air internasional di mana semua negara memiliki hak kebebasan navigasi.

"Kementerian Pertahanan Nasional tidak akan secara proaktif mengungkapkan pergerakan pesawat dan kapal negara-negara sekutu yang bersahabat," demikian pernyataan otoritas pertahanan Taiwan, tanpa merinci lebih lanjut terkait pelayaran kapal Australia tersebut.

Transit kapal perang Amerika Serikat melalui Selat Taiwan dilakukan secara berkala setiap beberapa bulan dan kerap memicu protes dari Beijing. Selain AS, sejumlah sekutu seperti Prancis, Inggris, Kanada, dan Australia juga sesekali melakukan pelayaran serupa sebagai bagian dari komitmen terhadap kebebasan navigasi.

Dalam beberapa bulan terakhir, Tiongkok meningkatkan kehadiran militernya di sekitar Taiwan, termasuk menggelar latihan perang besar di sekitar pulau tersebut pada akhir Desember. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari tekanan terhadap pemerintah Taiwan yang menolak klaim kedaulatan Beijing.

Pemerintah Taiwan secara konsisten menegaskan bahwa masa depan pulau itu hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya sendiri. Ketegangan di Selat Taiwan pun tetap menjadi salah satu isu keamanan paling sensitif di kawasan Indo-Pasifik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...

Bekasi Segera Memiliki Bupati Definitif

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bekasi Segera Memiliki Bupa...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.