Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Natuna Siapkan Lahan 20 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Garuda di Wilayah Perbatasan

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Natuna Siapkan Lahan 20 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Garuda di Wilayah Perbatasan Doc: Antara
Ket. Wakil Bupati Natuna Jarmin saat acara peringatan satu suro di Desa Tapau, Natuna pada Selasa (16/6).

Natuna - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, menyiapkan lahan hampir 20 hektare sebagai bentuk kesiapan daerah menjadi lokasi pembangunan Sekolah Garuda guna memperluas akses pendidikan unggulan di wilayah perbatasan.

Wakil Bupati Natuna Jarmin di Natuna, Selasa (16/6), mengatakan lahan tersebut berada di kawasan dekat Kantor Bupati Natuna dan telah disiapkan untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana sekolah.

"Kami sudah menyiapkan lahan hampir 20 hektare di dekat Kantor Bupati. Persiapan ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan daerah, apakah nanti Natuna terpilih atau tidak, yang jelas kami sudah siap," katanya.

Ia menjelaskan Sekolah Garuda merupakan program sekolah menengah atas unggulan berasrama yang dirancang pemerintah untuk mencetak generasi muda berprestasi di bidang sains, teknologi, kepemimpinan, dan akademik.

Menurut Jarmin, pemerintah daerah terus berupaya agar Sekolah Garuda dapat dibangun di Natuna karena diyakini memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat.

Selain memperluas akses pendidikan berkualitas bagi pelajar Natuna, keberadaan sekolah tersebut juga diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mengatakan pembangunan sekolah akan meningkatkan kebutuhan bahan bangunan yang dapat dipenuhi dari daerah serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.

"Bila pembangunan terealisasi, kebutuhan material dapat disuplai dari daerah dan peluang kerja juga akan terbuka sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Jarmin menambahkan Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama jajaran pemerintah daerah terus berupaya mendorong pembangunan melalui dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat karena kemampuan keuangan daerah masih terbatas.

Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi penundaan penyaluran dana bagi hasil dari Pemerintah Pusat dalam beberapa tahun terakhir yang berdampak pada pelaksanaan pembangunan daerah.

Akibatnya, sejumlah program pembangunan pada 2025 hingga 2026 belum dapat berjalan secara optimal.

Ia menyebutkan pemerintah daerah juga masih memiliki kewajiban kepada pihak ketiga sekitar Rp180 miliar yang berasal dari 2024. Namun, sebagian besar kewajiban tersebut telah diselesaikan dan kini tersisa sekitar Rp30 miliar.

"Pada 2025 kami menghadapi kondisi keuangan yang cukup berat. Namun sebagian besar kewajiban kepada pihak ketiga sudah berhasil dibayarkan dan kini tersisa sekitar Rp30 miliar," kata Jarmin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

1.5 jam yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.