Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

2 Minggu, 23 Agu 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026 Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026 Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masyarakat Badui tampil pameran Bazar Harkop Harnas 2026.

LEBAK – Aneka kerajinan UMKM masyarakat Badui ikut mencuri perhatian dalam Bazar Harkop Harnas di Alun-Alun Rangkasbitung, 21–25 Agustus 2026. Beragam produk khas karya tangan masyarakat Badui hadir membawa cerita dan kearifan lokal.

Bukan sekadar belanja, pengunjung juga diajak lebih dekat dengan kreativitas UMKM sekaligus ikut mendukung ekonomi masyarakat lokal.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa di Lebak, Minggu (23/8), mengatakan pemerintah daerah memiliki komitmen untuk mempromosikan produk-produk khas kerajinan Badui di setiap ajang kegiatan Harkop Harnas selalu menampilkan produk UMKM masyarakat Badui agar dikenal luas juga dapat meningkatkan omzet penjualan.

‎Saat ini, menurut Imam, jumlah pelaku UMKM Badui sekitar 2.000 unit usaha dan produksi mereka masih dilakukan secara tradisional.

‎Ia mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pembinaan, pelatihan, mempromosikan agar produk pelaku UMKM Badui bisa bersaing di pasar domestik maupun mancanegara.

‎"Kami memastikan perputaran uang dari kerajinan adat bisa mencapai ratusan juta per tahun, dan bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat adat," katanya.

‎"Kita sangat terbantu peningkatan omzet penjualan melalui pameran itu," kata Jamal, seorang pelaku UMKM warga Badui saat ditemui di stan pameran Harkop Harnas 2026.

‎Produk UMKM khas masyarakat Badui menampilkan berbagai produk unggulan dengan harga jual yang termurah Rp20 ribu dan tertinggi Rp1 juta.

‎Di antaranya produk kain tenun tradisional motif Janggawari dijual seharga Rp1 juta, kain pewarna alam Rp500 ribu, kain songket biasa Rp250 ribu dan kain kadu mancung Rp300 ribu.

‎Selain itu juga pakaian kebaya perempuan dijual Rp150 ribu, pakaian kampret Rp300 per pasang, selendang kecil Rp20 ribu, ikat kepala (lomar) Rp30 ribu dan tas koja Rp250 ribu.

‎"Kami sudah tiga hari terakhir di sini relatif lumayan omzet pendapatan," kata Jamal sambil merasakan keuntungan penjualan itu.

‎Begitu juga pelaku UMKM Badui lainnya, Santa mengaku dirinya sangat terbantu dari omzet selama kegiatan pameran Bazar Harkop Harnas 2026 di alun-alun Rangkasbitung tersebut.

‎"Kami menjual produk kerajinan khas adat itui juga mengambil dari pelaku UMKM masyarakat Badui lainnya,' ujar Santa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Nasional
Kaster TNI Pimpin Serah Ter...
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.