Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi Tinggi, The Fed Siapkan Kenaikan Bunga

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 00:30 WIB | Oleh:
Inflasi Tinggi, The Fed Siapkan Kenaikan Bunga Doc: istimewa

Kebijakan Moneter

WASHINGTON DC – Banyak pembuat kebijakan Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) menilai kenaikan suku bunga diperlukan apabila inflasi tidak menunjukkan penurunan.

Hal itu terungkap dalam risalah rapat kebijakan The Fed pada Juli yang dirilis Rabu (19/8), sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa pengetatan moneter masih terbuka pada pertemuan mendatang.

Dalam rapat tersebut, tiga dari 12 anggota Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/ FOMC) yang memiliki hak suara menentang keputusan mayoritas untuk mempertahankan suku bunga.

Ketiganya menyerukan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Risalah yang dirilis setelah penundaan rutin selama tiga minggu itu menunjukkan bahwa “banyak” anggota lainnya “menilai bahwa pengetatan kebijakan kemungkinan akan diperlukan jika inflasi tidak menurun.” The Fed telah berupaya membawa inflasi menuju target jangka panjang sebesar 2 persen selama lebih dari lima tahun.

Namun, tekanan harga masih menjadi persoalan bagi rumah tangga AS meskipun sebagian besar pelaku usaha dinilai mampu melewati tekanan.

Bank sentral AS sebelumnya telah mulai memangkas suku bunga dari level tertinggi selama periode pandemi.

Namun, siklus penurunan tersebut terhenti pada Januari karena para pembuat kebijakan mempertimbangkan dampak kebijakan Presiden AS Trump terhadap perekonomian.

Trump sendiri terus mendesak The Fed memangkas suku bunga dan mengkritik independensi bank sentral.

Pada Rabu, ia kembali menyebut tingkat suku bunga saat ini “konyol” dan menegaskan bahwa suku bunga seharusnya rendah “karena negara ini kuat.” Risalah rapat Juli menunjukkan perbedaan pandangan yang cukup tajam di antara para pembuat kebijakan.

Presiden The Fed regional Beth Hammack, Lorie Logan, dan Neel Kashkari mendukung kenaikan suku bunga segera.

“Para peserta tersebut menyatakan bahwa tekanan harga tampak meluas dan menilai bahwa Komite harus mengadopsi sikap kebijakan yang lebih ketat untuk memenuhi komitmennya” terhadap mandat ganda mengenai inflasi dan lapangan kerja maksimal, demikian bunyi risalah tersebut.

Ketiganya kemudian menyatakan bahwa mereka tetap mendukung kenaikan suku bunga untuk mencegah kemungkinan kebutuhan kenaikan yang lebih besar pada masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Rupiah Rentan Tertekan - 15 September 2026

55 menit yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Rentan Tertekan - 15...

Tekuk Parma 2-1, Como 1907 Lanjutkan Tren Kemenangan

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Tekuk Parma 2-1, Como 1907 ...

Atasi Torino 2-0, AS Roma Nangkring di Puncak

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Atasi Torino 2-0, AS Roma N...

Pelatihan Menyusun Proposal dan Laporan Keuangan

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Pelatihan Menyusun Proposal...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.