Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekjen PBB: Eskalasi Perang di Timur Tengah Harus Dihentikan

📅 Jumat, 04 Okt 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Sekjen PBB: Eskalasi Perang di Timur Tengah Harus Dihentikan Doc: ISTIMEWA
Ket. Antonio Guterres Sekretaris Jenderal PBB - Sudah saatnya untuk menghentikan siklus eskalasi demi eskalasi yang memuakkan ini.

NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB), Antonio Guterres, pada Rabu (2/10), menyerukan untuk mengakhiri siklus eskalasi yang memuakkan di Timur Tengah, sementara secara khusus mengutuk Iran atas serangan rudal terbarunya setelah menghadapi kritik keras dari Israel.

Dikutip dari Channel News Asia, Guterres berbicara pada pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, yang diadakan setelah Iran pada hari Selasa meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke Israel, yang telah meningkatkan serangannya terhadap Hizbullah di Lebanon.

"Sudah saatnya untuk menghentikan siklus eskalasi demi eskalasi yang memuakkan ini, yang membawa rakyat Timur Tengah langsung ke jurang," katanya. Siklus kekerasan yang mematikan ini harus dihentikan. Janji Israel untuk menanggapi serangan rudal Iran telah menimbulkan kekhawatiran akan perang yang meluas di seluruh kawasan, sehingga para diplomat berebut mencari opsi untuk meredakan situasi.

Iran pada gilirannya mengatakan akan melancarkan serangan yang lebih besar jika Israel menepati janjinya. Israel mengalihkan fokusnya bulan lalu dari perang di Gaza, yang dipicu oleh serangan 7 Oktober oleh Hamas yang didukung Iran, ke pengamanan perbatasan utaranya dengan Lebanon.

Serangan Darat

Saat Dewan Keamanan bersidang, pasukan Israel tengah memerangi militan Hizbullah di Lebanon, menyusul serangan darat yang ditargetkan di seberang perbatasan oleh Israel pada hari Selasa. Lebih dari 1.000 orang telah tewas sejak minggu lalu, dalam pertempuran yang mencakup serangan Israel di Beirut dan pinggiran selatannya.

Duta Besar Israel, Danny Danon, menegaskan kembali rencana negaranya untuk membalas serangan Iran, dengan mengatakan apa yang terjadi tadi malam di Israel bukanlah tindakan defensif, melainkan serangan yang diperhitungkan.

Sementara itu, utusan Iran, Amir Saeid Iravani, mengatakan respons Iran diperlukan untuk memulihkan keseimbangan dan pencegahan. Amerika Serikat (AS) mengatakan mendukung respons pembalasan Israel terhadap Iran. Sebelumnya pada hari Rabu, Israel menyatakan Guterres sebagai "persona non grata" karena gagal secara khusus mengutuk serangan rudal Iran ketika ia mengutuk konflik yang meluas di Timur Tengah, pada hari Selasa. "Siapa pun yang tidak tegas mengutuk serangan kejam Iran terhadap Israel tidak pantas menginjakkan kaki di tanah Israel," kata Menteri Luar Negeri Israel, Katz, dalam sebuah pernyataan.

Pakar Hukum Humaniter Internasional Universitas Airlangga, Enny Narwati, mengatakan upaya gencatan senjata bisa menjadi salah satu cara jitu untuk meredakan ketegangan krisis di Timur Tengah. "Ceasefire dapat menjadi solusi sembari berupaya menyelesaikan sengketa pertama antara Israel-Palestina, walaupun hal ini tidak bersifat permanen. Jika gencatan senjata disepakati maka harus ada pihak yang mengawasi dan mengawal pelaksanaannya. Mungkin bisa dibentuk UN Peacekeeping," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PT KAI Operasikan 39 Trainset Baru

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
PT KAI Operasikan 39 Trains...
Ekonomi
OJK Catat Puluhan Ribu Lapo...
Nasional
KAI Catat Volume Angkutan P...
Daerah
KAI: Kunjungan Wisata Solo ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.