Wapres Sebut Kedudukan Pramuka Akan di Bawah Presiden
📅 Kamis, 15 Agu 2024, 03:03 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Wapres memastikan pemerintah akan memperkuat peran pramuka dalam pembangunan SDM. Untuk itu, pramuka akan berada secara langsung di bawah presiden.
JAKARTA - Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin, memastikan pemerintah berkomitmen memperkuat peran Pramuka, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia. Nantinya, keberadaan Pramuka akan langsung berada di bawah Presiden.
"Nanti berada langsung di bawah Presiden jadi nanti pembinaannya lebih intensif, lebih baik lagi dan lebih optimal dalam membangun bangsa," ujar Ma'ruf, dalam acara Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-63, di Jakarta, Rabu (14/8).
Dia meminta anggota Pramuka responsif dalam menghadapi tantangan zaman yang kompleks. Menurutnya, perkembangan global saat ini diwarnai konflik, ancaman lingkungan, ketahanan pangan, hingga kejahatan di bidang teknologi informasi.
Ma'ruf mengimbau, para anggota Pramuka harus bisa lebih adaptif ke depannya. Dia juga berharap, Pramuka mengoptimalkan cara-cara kekinian yang efektif untuk membangkitkan rasa cinta tanah air dan rasa bangga menjadi warga negara Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pramuka menjadi strategis dalam hal menyiapkan lahirnya pemimpin bangsa untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Pendidikan Pramuka menjadi salah satu instrumen yang efektif dalam mencetak generasi unggul," jelasnya.
Ekstrakurikuler Sekolah
Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menekankan pentingnya gerakan Pramuka tetap menjadi ekstrakulikuler wajib di sekolah. Menurutnya, Pramuka bisa mencegah berbagai dampak buruk perkembangan zaman seperti judi online yang marak menerpa generasi muda, bullying, kasus narkoba, pornografi, dan berbagai pengaruh buruk budaya asing. "Pramuka punya undang-undang yang mengatur. Sehingga posisi kami jelas bahwa Pramuka harus tetap menjadi ekstrakurikuler wajib sekolah," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terkait adanya isu Pramuka tidak lagi menjadi ekstrakurikuler wajib, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, menyatakan, kebijakan tersebut tidak sesuai karena tidak linear dengan peran Pramuka dalam mempersiapkan generasi unggul di masa depan. Menurutnya, generasi masa depan tidak hanya perlu kecerdasan intelektual, tapi moral, akhlak, dan adab juga penting untuk menjaga bangsa.
"Sudah jelas kalau pramuka ini akan jadi kawah candradimuka untuk mempersiapkan generasi unggul di masa depan. Ini tentunya harus didukung penuh pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek," terangnya.
Budi Waseso atau yang akrab dipanggil Buwas menyatakan Pramuka dapat meningkatkan kecakapan hidup atau life skill untuk mencegah judi daring (online) hingga perundungan atau bullying.
"Dalam pramuka itu diajarkan kecakapan hidup, soft skill (keterampilan nonteknis), dan hard skill (keterampilan teknis) untuk menjadi bekal di tengah maraknya judi online yang menerpa generasi muda, aksi bullying, pornografi, hingga pengaruh budaya asing yang menggerus semangat gotong royong," katanya.
Peringatan Hari Pramuka ke-63 diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, dengan tema "Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga Persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia" dan dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin selaku Pembina Upacara.
Selain kecakapan hidup, menurutnya, Pramuka juga mengajarkan kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik (sesosif) yang menjadi postur ideal seorang pramuka sebagai generasi pembawa perubahan untuk bangsa Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!