Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG
📅 Senin, 22 Jun 2026, 19:46 WIB | Oleh: OpikPALEMBANG, SUMATERA SELATAN - Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan memetakan perkembangan kondisi musim kemarau tahun ini berdasarkan pemantauan curah hujan pada zona musim (ZOM) di seluruh wilayah Sumatera Selatan hingga akhir Juni 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis di Palembang, Senin (22/6), mengatakan, berdasarkan analisis data per 20 Juni 2026 kondisi iklim di wilayah ini menunjukkan variasi yang terbagi menjadi tiga fase, yaitu wilayah yang telah memasuki musim kemarau, wilayah yang berada pada fase indikator menuju kemarau, dan wilayah yang belum memasuki kemarau.
"Saat ini sebanyak empat dari 14 ZOM di Sumatera Selatan tercatat telah resmi memasuki musim kemarau," katanya.
Ia menjelaskan bahwa wilayah yang telah mengalami musim kemarau ditandai dengan intensitas curah hujan yang berada di bawah 50 milimeter (mm) per dasarian selama tiga dasarian berturut-turut.
Wilayah tersebut meliputi ZOM 126 (Muara Enim bagian timur, sebagian besar Ogan Ilir, OKI bagian barat, Prabumulih bagian timur, sebagian kecil OKU bagian timur, dan OKU Timur) serta ZOM 127 (Banyuasin bagian timur, sebagian besar Palembang, OKI bagian utara, dan sebagian kecil Ogan Ilir bagian utara).
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, kemarau juga telah melanda ZOM 130 yang mencakup Prabumulih bagian barat, sebagian besar Muara Enim dan Lahat bagian timur, sebagian PALI, Musi Banyuasin bagian selatan, Musi Rawas bagian timur, dan OKU bagian utara-barat, serta ZOM 131 yang meliputi seluruh wilayah Musi Rawas Utara, Lubuk Linggau, sebagian besar Musi Rawas, dan Musi Banyuasin bagian barat.
Sementara itu, mayoritas wilayah Sumatera Selatan saat ini berada pada fase indikator menuju musim kemarau, yang mencakup tujuh dari 14 ZOM. Pada zona ini, penurunan curah hujan di bawah 50 mm per dasarian baru berlangsung selama dua dasarian, sehingga memerlukan pemantauan lebih lanjut. Wilayah tersebut tersebar di sejumlah titik pada ZOM 125, 128, 132, 133, 135, 137, dan 138.
Di sisi lain, masih terdapat tiga dari 14 ZOM yang dilaporkan belum memasuki musim kemarau karena penurunan curah hujan di bawah 50 mm baru berjalan satu dasarian. Wilayah ini meliputi ZOM 129 (OKI bagian timur), ZOM 134 (Banyuasin bagian utara dan OKI bagian utara), serta ZOM 136 (OKI bagian selatan).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menyikapi perkembangan iklim ini, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kekeringan.
Masyarakat diminta untuk menghemat penggunaan air bersih, menjaga kesehatan di tengah meningkatnya suhu udara dan polutan, serta tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pihak Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan menyatakan akan terus memperbarui informasi cuaca dan iklim secara berkala guna mendukung perencanaan kegiatan masyarakat dan mitigasi bencana daerah.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau kanal komunikasi resmi BMKG dan mengikuti instruksi dari pemerintah daerah setempat. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!