Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Teken Percepatan Teknologi Kuantum AS

📅 Rabu, 24 Jun 2026, 01:15 WIB | Oleh:
Trump Teken Percepatan Teknologi Kuantum AS Doc: istimewa
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (22/6) menandatangani dua perintah eksekutif yang bertujuan mempercepat pengembangan komputasi kuantum, teknologi mutakhir yang diyakini mampu melampaui kemampuan superkomputer saat ini.

 Sejumlah perusahaan teknologi besar AS, termasuk IBM, Microsoft, dan Google, menargetkan pengembangan komputer kuantum komersial skala besar pertama dapat terwujud pada 2029.

 Dilansir dari AFP, dalam perintah eksekutif tersebut, Trump menginstruksikan lembaga-lembaga pemerintah AS untuk bekerja sama dengan sektor swasta dalam mengembangkan komputer kuantum yang dapat digunakan untuk penelitian ilmiah “pada tahun 2028”, demikian disampaikan penasihat sains dan teknologi Gedung Putih, Michael Kratsios.

 Berbeda dengan komputer klasik yang menggunakan bit (0 dan 1), komputer kuantum memanfaatkan qubit yang dapat berada dalam kondisi 0 dan 1 secara bersamaan. Teknologi ini memungkinkan pemrosesan sejumlah besar kemungkinan secara paralel, sehingga berpotensi jauh lebih cepat dan lebih kuat dibanding sistem komputasi saat ini.

 Meski demikian, komputer kuantum yang ada saat ini masih menghadapi tantangan berupa tingkat kesalahan yang tinggi sehingga belum dapat digunakan secara andal di luar lingkungan penelitian. Seorang pejabat senior Gedung Putih menjelaskan bahwa model komputasi kuantum yang dikembangkan bersama pemerintah AS akan memiliki kemampuan lebih terbatas dibandingkan target ambisius sektor swasta. Namun, langkah ini dinilai sebagai tahap awal pengembangan.

 “Kami benar-benar melihat dorongan menuju komputer kuantum yang relevan secara ilmiah sebagai batu loncatan... menuju sistem berskala lebih besar dan lebih mumpuni di masa depan,” ujar pejabat tersebut dalam konferensi pers.

 Perintah eksekutif kedua yang diteken Trump berfokus pada keamanan siber, khususnya pengembangan kriptografi pasca-kuantum, yaitu sistem enkripsi yang dirancang untuk tahan terhadap serangan komputer kuantum. Michael Kratsios menambahkan bahwa kebijakan tersebut juga mempercepat migrasi menuju sistem kriptografi tahan kuantum hingga tahun 2031.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Bandara Soetta Ditutup! Ini Dampaknya bagi Penumpang

Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Bandara Soetta Ditutup! Ini Dampaknya bagi Penumpang

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.