Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Industri Otomotif Hengkang dari Indonesia, Kemlu: Jangan Dianggap Pertanda Perubahan Iklim Usaha Nasional

📅 Rabu, 24 Jun 2026, 16:20 WIB | Oleh:
Dua Industri Otomotif Hengkang dari Indonesia, Kemlu: Jangan Dianggap Pertanda Perubahan Iklim Usaha Nasional Doc: antara foto
Ket. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Santo Darmosumarto, Rabu (24/6).

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa isu hengkangnya dua perusahaan otomotif asing dari Indonesia tidak mencerminkan kondisi iklim investasi nasional mengingat Indonesia masih menerima berbagai investasi baru dari luar negeri.

“Karena di saat yang sama kita masih melihat banyak sekali investasi baru yang datang ke Indonesia dari negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan China,” kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Santo Darmosumarto, Rabu (24/6).

Saat ditemui usai Forum Media dan Wadah Pemikir China-Indonesia 2026 di Jakarta, Santo menyampaikan bahwa keputusan bisnis perusahaan tertentu untuk berpindah dari Indonesia tak dapat langsung dianggap menandakan perubahan iklim usaha nasional.

Ia mengatakan, kalaupun ada perusahaan yang hengkang, keputusan tersebut bisa jadi merupakan hasil dari perencanaan strategis korporasi atau pergeseran pada internal industri.

Dirjen di Kemlu RI itu juga menyoroti adanya sejumlah komitmen investasi baru yang berhasil diteken usai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara akhir-akhir ini, seperti Korea Selatan dan Jepang.

“Walaupun ada beberapa yang keluar, bukan berarti mereka keluar karena spesifik kondisi iklim di Indonesia, tapi bisa jadi juga karena perencanaan strategis internal mereka,” kata Santo.

Adapun Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI telah menepis isu hengkangnya fasilitas produksi dua industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam dan menegaskan kedua perusahaan dimaksud tetap beroperasi normal dan berkontribusi pada ekspor nasional.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif dalam pernyataannya, Selasa, mengatakan bahwa Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah memerintahkan langsung jajarannya untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi pada dua perusahaan dimaksud, yaitu PT JAI dan PT SAI.

Berdasarkan penelusuran Kemenperin, didapati belum ada rencana apapun terkait relokasi fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI dari Indonesia dan Vietnam.

“Kedua, tidak ada pengurangan tenaga kerja atau PHK pada dua perusahaan industri tersebut,” ucap Febri, menambahkan.

Kedua perusahaan yang berdomisili di Jawa Timur tersebut juga tercatat aktif menyampaikan laporan kegiatan industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), sesuai ketentuan Permenperin 13 Tahun 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Nasional
Seniman Prancis Gelar Pelat...
Luar Negeri
Ribuan Orang Berunjuk Rasa ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.