Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengembangkan Pariwisata Berbasis Produk Indikasi Geografis

📅 Senin, 22 Jun 2026, 23:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengembangkan Pariwisata Berbasis Produk Indikasi Geografis Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Sesepuh adat setempat bersama warga memetik kopi saat tradisi Nublek Kopi atau mengawali panen kopi di Desa Gunung Gempol, Jumo, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026).

Jakarta - Kementerian Pariwisata berupaya mengembangkan pariwisata berbasis produk indikasi geografis atau Geographical Indication (GI) Tourism guna menghadirkan pariwisata yang lebih berkualitas pada wisatawan.

Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kemenpar Itok Parikesit mengatakan pengembangan wisata tematik itu dilakukan bersama dengan Kementerian Hukum (Kemenhum).

"Saat ini, kolaborasi tersebut telah memasuki tahap audiensi dan pemetaan awal untuk mengidentifikasi potensi produk serta destinasi yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem GI Tourism yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal," kata Itok saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Itok menjelaskan bahwa inisiatif itu bertujuan menjadikan produk-produk indikasi geografis sebagai pintu masuk pengembangan wisata tematik berbasis pengalaman (experience-based tourism), sehingga wisatawan tidak hanya mengenal atau membeli produk khas suatu daerah, tetapi juga terdorong mengunjungi daerah asalnya untuk menikmati proses produksi, budaya, tradisi, serta atraksi lokal yang melatarbelakanginya.

Menurutnya hal itu sejalan dengan adanya tren pariwisata dunia yang telah bergeser dari semula wisatawan hanya gemar melihat-lihat, kini menjadi mencari pengalaman yang membumi.

"Wisatawan tidak lagi hanya ingin membeli kopi atau kain tenun, tetapi juga ingin mengetahui cerita di balik produk tersebut," ujar Itok.

Oleh karena itu, Itok mengatakan produk khas daerah perlu dikemas menjadi sebuah pengalaman wisata yang utuh (story-driven tourism).

Sebagai contoh, kopi tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengunjungi kebun kopi, bertemu petani, mengikuti proses panen dan pengolahan, belajar teknik penyeduhan, menikmati kuliner lokal, hingga mengenal budaya masyarakat setempat.

Ketika produk dikemas menjadi sebuah narasi perjalanan yang autentik, katanya, barang tersebut akan berpotensi meningkatkan lama tinggal (length of stay) dan pengeluaran wisatawan (spending), sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.