Perkuat Hubungan Bilateral, Perdagangan Russia-Indonesia Optimalkan Penggunaan Rupiah dan Rubel
📅 Rabu, 24 Jun 2026, 16:22 WIB | Oleh: Deri HenriawanJAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) RI Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan Indonesia dan Russia sudah mulai memperluas penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan bersama untuk mengurangi risiko dari tekanan finansial global.
"Untuk mengurangi risiko tekanan finansial global, kita sudah mulai mengalihkan perdagangan Indonesia dan Russia dengan mata uang lokal atau mekanisme Local Currency Settlement (LCS) di Indonesia," kata Menperin dalam wawancara bersama RIA Novosti dan RT.
Memperluas pembayaran dengan mata uang nasional dapat memberi dorongan lebih jauh terhadap kerja sama bilateral, kata dia.
"Hal ini, tentu saja, akan memperkuat gagasan bahwa kerja sama antara kedua negara dapat semakin berkembang. Kerja sama ini tentu saja harus seimbang, saling menguntungkan, dan berdasarkan kepentingan nasional masing-masing pihak," ucap Menperin.
Ia pun mengusulkan agar perluasan mekanisme local currency settlement dapat menjadi bagian dalam kesepakatan yang lebih luas lagi antara Jakarta dan Moskow.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pada akhirnya, semua ini akan bermuara pada pengaturan yang lebih luas antara Rusia dan Indonesia," ucap dia.
Diketahui, Indonesia menjadi negara mitra resmi untuk agenda pameran industri internasional INNOPROM di Yekaterinburg, Russia, pada Juli 2026. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!