Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

6 Tips Memilih Sepatu Lari untuk Maraton, Dari Bentuk Kaki hingga Berat Badan Pelari

📅 Rabu, 24 Jun 2026, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
6 Tips Memilih Sepatu Lari untuk Maraton, Dari Bentuk Kaki hingga Berat Badan Pelari Doc: Antara
Ket. Sport Science Coach Matias Ibo menyampaikan keterangan seusai usai konferensi pers "Road to Maybank Marathon 2026" di Jakarta.

Jakarta – Sport Science Coach Matias Ibo membagikan kiat memilih sepatu yang tepat untuk mengikuti maraton. Menurut dia, pelari idealnya memiliki dua pasang sepatu, yakni satu pasang untuk latihan harian dan satu pasang untuk persiapan serta perlombaan.

“Paling gampang untuk mencari sepatu itu ketika dipakai langsung terasa nyaman. Kalau sudah terasa enak, biasanya itu pertanda baik,” kata Matias di Jakarta.

Sebaliknya, ia menyarankan untuk tidak memaksakan penggunaan sepatu yang terasa kurang nyaman, seperti bagian depan yang terlalu menekan atau bagian belakang yang mudah bergeser.

“Kalau misalnya tidak enak, depannya terasa mengunci atau bagian belakangnya sedikit geser, sebaiknya jangan dipilih,” ujar Matias, yang juga menjabat sebagai Performance Manager Timnas Indonesia U-23 untuk AFF Cup 2025.

Menurut dia, sebagian besar sepatu lari saat ini menggunakan material rajutan (knit) yang mampu mengikuti bentuk kaki. Karena itu, pelari sebaiknya memilih sepatu yang ukurannya benar-benar sesuai dengan kaki.

“Fit, harus pas. Tidak boleh lebih kecil atau lebih besar. Jadi sesuai supaya tidak terjadi pergeseran di dalam kaki,” katanya.

Matias juga mengingatkan agar sepatu yang akan digunakan untuk lomba terlebih dahulu dicoba dalam sesi latihan jarak jauh. Jika selama latihan tidak menimbulkan masalah atau rasa tidak nyaman, maka sepatu tersebut relatif aman digunakan saat maraton.

Memilih sepatu lari yang tepat sangat penting untuk mendukung performa sekaligus menjaga kestabilan kaki saat berlari. Setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda sehingga kebutuhan sepatunya pun tidak sama. Penggunaan sepatu yang kurang sesuai dapat menyebabkan ketidaknyamanan hingga meningkatkan risiko cedera.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sepatu lari sesuai kondisi fisik:

1. Kenali bentuk kaki

Salah satu faktor terpenting dalam memilih sepatu lari adalah memahami bentuk telapak kaki, khususnya lengkungan (arch) kaki.

  • Flat Foot (telapak kaki datar): Memiliki lengkungan kaki yang rendah atau hampir tidak ada. Umumnya cocok menggunakan sepatu jenis motion control atau stability shoes.
  • High Arch (lengkungan tinggi): Tekanan lebih banyak terjadi pada bagian depan dan tumit kaki. Jenis sepatu yang disarankan adalah cushioned shoes dengan bantalan lebih empuk.
  • Normal Arch (lengkungan normal): Memiliki distribusi tekanan yang lebih seimbang sehingga cocok menggunakan berbagai jenis sepatu dengan kombinasi bantalan dan stabilitas yang baik.
2. Perhatikan pola langkah saat berlari

Pola langkah atau pronasi juga menjadi faktor penting dalam menentukan jenis sepatu yang sesuai.

  • Overpronasi: Kaki mendarat pada bagian luar tumit lalu berputar terlalu jauh ke dalam. Pelari dengan tipe ini disarankan menggunakan sepatu dengan stabilitas ekstra dan sol tengah yang lebih kuat.
  • Underpronasi (supinasi): Kaki cenderung mengarah keluar saat berlari. Sepatu dengan bantalan tambahan pada tumit dan sisi luar kaki lebih direkomendasikan.
  • Neutral Pronation: Gaya berlari yang netral umumnya cukup menggunakan sepatu dengan bantalan standar.

Sepatu yang sesuai dengan pola langkah akan membantu menjaga postur tubuh tetap stabil serta mengurangi risiko cedera pada lutut dan pergelangan kaki.

3. Sesuaikan dengan berat badan

Berat badan juga memengaruhi pilihan sepatu lari. Pelari dengan berat badan lebih tinggi sebaiknya memilih sepatu dengan bantalan yang lebih tebal dan sol yang kuat untuk meredam benturan saat berlari.

Sementara itu, pelari dengan berat badan lebih ringan umumnya sudah cukup nyaman menggunakan sepatu dengan bantalan standar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
IMF Sebut Jepang Akan Turun...
Megapolitan
Bogor Siapkan PSEL Raksasa,...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.