Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Cabai di Mataram Turun Hingga Dekati HAP

📅 Rabu, 24 Jun 2026, 15:58 WIB | Oleh:
Harga Cabai di Mataram Turun Hingga Dekati HAP Doc: ANTARA/Nirkomala
Ket. Stok cabai di salah satu pedagang di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rabu (24/6).

MATARAM -- Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional mengalami penurunan hingga mendekati harga acuan pembelian (HAP).

Kepala Bidang Kebutuhan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Rabu, mengatakan, harga cabai rawit kini tercatat Rp45.000 per kilogram dari Rp70.000-75.000 per kilogram pada pekan lalu.

"Penurunan harga cabai menjadi Rp45.000 per kilogram, sudah mendekati HAP sebesar Rp40.000 per kilogram. Sedangkan batas atas Rp57.000 per kilogram," katanya.

Sri mengatakan, penurunan harga cabai secara bertahap dalam beberapa hari terakhir ini dipicu karena stok cabai sudah mulai banyak.

Selain stok cabai dari Pulau Lombok, cabai dari Pulau Sumbawa dan Jawa juga banyak masuk ke Pasar Induk Mandalika, sehingga stok melimpah dan harga cabai mulai turun bertahap.

"Dengan kondisi itu, kami memprediksi harga cabai dalam beberapa hari ke depan bisa turun lagi karena stok melimpah," katanya.

Penurunan harga cabai juga terjadi pada jenis cabai merah keriting dari Rp40.000 per kilogram menjadi Rp35.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar masih bertahan pada harga Rp25.000 per kilogram.

Sementara untuk harga bawang merah saat ini masih tetap Rp33.000 per kilogram, bawang putih Rp37.000 per kilogram, dan untuk tomat masih tetap Rp12.000 per kilogram. 

Sedangkan, kebutuhan pokok yang mengalami penurunan juga terjadi pada harga daging ayam broiler dari Rp33.000 per kilogram menjadi Rp32.000 per kilogram, sementara harga telur ras masih tetap Rp27.800 per kilogram.

Begitu juga dengan harga daging sapi paha belakang Rp145.000 per kilogram, paha belakang Rp13.000 per kilogram. Harga beras juga sejauh ini tidak mengalami kenaikan, yakni untuk jenis beras medium masih bertahan pada harga Rp13.000 per kilogram, jenis premium Rp14.400-14.900 per kilogram.

"Jika dilihat harga kebutuhan pokok di pasar hari ini, rata-rata stabil dan belum ada jenis kebutuhan pokok yang mengalami peningkatan signifikan," katanya.

Kendati demikian, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga terhadap kebutuhan pokok, tim Dinas Perdagangan Kota Mataram, akan terus melakukan pemantauan harga.

"Tujuannya, ketika ada indikasi kenaikan harga terhadap komoditas tertentu, kami bisa mengambil langkah-langkah lebih cepat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Indonesia Tandatangani Konv...

Karhutla Gunung Rinjani Capai 589 Hektare

20 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Karhutla Gunung Rinjani Cap...
Megapolitan
Warga Harus Diutamakan Mend...

Universitas New York dan Jakarta Kembangkan Pendidikan  

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Universitas New York dan Ja...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.