Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurikulum Merdeka Dorong Siswa Untuk Tanggap Bencana

📅 Jumat, 09 Agu 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Kurikulum Merdeka Dorong Siswa Untuk Tanggap Bencana Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Lokakarya dan Pameran GENERAKSI l Plt. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Yogi Anggraena, dalam lokakarya dan pameran GENERAKSI, di Jakarta, Kamis (8/8).

Kurikulum Merdeka dinilai akan mendorong peserta didik untuk tanggap bencana karena siswa akan fokus mempelajari hal relevan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk perubahan iklim.

JAKARTA - Plt. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Yogi Anggraena, menyatakan, Kurikulum Merdeka mendorong peserta didik tanggap bencana. Hal tersebut termuat dalam prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka yaitu materi esensial, kontekstualitas, fleksibilitas, dan pengembangan karakter.

Dia menjelaskan, dalam aspek materi esensial, Kurikulum Merdeka fokus pada materi esensial dengan mengurangi materi-materi yang tidak terlalu penting. Dengan demikian, anak fokus mempelajari hal relevan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk perubahan iklim.

"Jadi di berbagai mapel, terutama di IPA dan berbagai mapel lain secara eksplisit kami mengeksplisitkan kemampuan yang perlu dikuasai peserta didik salah satunya terkait perubahan iklim," ujar Yogi, dalam lokakarya dan pameran GENERAKSI, di Jakarta, Kamis (8/8).

Dia menerangkan, kontekstualitas pembelajaran sangat penting sebab Indonesia memiliki karakter bencana yang berbeda di masing-masing wilayah. Dengan demikian, peserta didik bisa lebih siap untuk menghadapi bencana yang terjadi di wilayahnya.

"Satu dekade ini dampak bencana luar biasa. Jutaan siswa terdampak dan ratusan ribu sekolah terdampak. Kalau kita tidak melakukan mitigasi dampak-dampak ini bisa semakin meningkat," jelasnya.

Pemanfaatan Gim

Yogi mengungkapkan, fleksibilitas dalam Kurikulum Merdeka membuat pembelajaran bisa memanfaatkan gim atau permainan. Pihaknya ingin mengubah paradigma yang menganggap gim hanya buang-buang waktu dan tidak bermanfaat.

"Anak-anak kita sudah dekat dengan gim ini. Maka bagaimana memanfaatkan gim sebagai sarana untuk proses pembelajaran, membangun kesadaran untuk tanggap bencana," katanya.

Dia memastikan, pemanfaatan gim dalam pembelajaran juga sesuai dengan jenjang dasar dan menengah. Menurutnya, gim sesuai dengan proses pengembangan karakter. "Terkait pengembangan karakter, bagaimana berpikir kritis dan berkolaborasi. Di gim ini kolaborasi antar teman dan daya kritis menghadapi tantangan," tuturnya.

Sementara itu, Research Team Leader/CEO of PREDIKT, Avianto Amri, mengungkapkan, pihaknya mengembangkan materi pendidikan melalui pendekatan gamifikasi atau edugames. Tujuannya untuk meneliti cara anak-anak belajar tentang bencana dan perubahan iklim.

Penelitian juga mengedepankan inklusivitas dengan melibatkan peserta didik disabilitas yang rentan terdampak bencana. Materi pendidikan menggunakan media digital dan non-digital dalam bentuk papan permainan atau board games serta permainan digital yang telah dirancang agar mudah direplikasi di berbagai daerah.

"Mayoritas siswa yang berpartisipasi berpendapat jika gim ini menantang, namun menarik. Meskipun kompleks pada awalnya, mereka secara bertahap memahami mekanismenya dan menunjukkan antusiasme untuk memainkan gim ini lagi," ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Depok

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
Tangerang 10K Jadi Pintu Ma...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.