Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Kekeringan, Sembilan Desa di Trenggalek Ajukan Permintaan Suplai Air Bersih

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dampak Kekeringan, Sembilan Desa di Trenggalek Ajukan Permintaan Suplai Air Bersih Doc: ANTARA/HO-BPBD Trenggalek
Ket. Petugas menyalurkan air bersih di salah satu desa terdampak kekeringan di Trenggalek, Kamis (25/7/2024).

Trenggalek - Sejumlah desa di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur telah mengajukan permintaan bantuan atau suplai air bersih ke BPBD setempat sebagai dampak kekeringan yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atnono, Kamis, mengungkapkan, sejauh ini sudah ada sembilan desa yang mengajukan bantuan air bersih. "Sembilan desa itu tersebar di empat kecamatan meliputi Kecamatan Panggul, Pogalan, Gandusari dan Dongko," kata Triadi.

Desa-desa yang mengalami kekeringan itu berada di wilayah dataran tinggi, meliputi Desa Terbis, Besuki, Ngrencak dan Karangtengah di Kecamatan Panggul. Kemudian Desa Wonoanti di Kecamatan Gandusari dan Desa Ngulanwetan di Kecamatan Pogalan.

Sisanya di Kecamatan Dongko, meliputi Desa Cakul, Petung dan Pandean. Desa-desa itu yang sudah mengajukan bantuan suplai air bersih ke BPBD Trenggalek.

"Kami telah menjalin kerja sama dengan PDAM untuk menangani krisis air bersih di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan ini," katanya.

Petugas juga sudah melakukan pengiriman secara bertahap di wilayah-wilayah yang mengajukan bantuan. Pengiriman bantuan itu dilakukan setelah dilakukan peninjauan lapangan.

"Untuk anggaran dari kabupaten untuk penanganan krisis air ini sudah kami siapkan," imbuhnya.

Triadi memprediksi krisis air bersih itu berpotensi meluas, berkaca dari kondisi musim kemarau saat ini. Apalagi seluruh wilayah Trenggalek masuk pemetaan daerah rentan kekeringan.

Dari peta bencana kekeringan itu, wilayah Kecamatan Panggul paling parah.

"Tahun lalu dari 17 desa yang ada, tujuh desa mengalami krisis air bersih. Sementara secara keseluruhan, ada 46 desa di 14 kecamatan pada tahun lalu mengalami kekeringan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.