Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemda Diminta Serius Antisipasi Ancaman Krisis Pangan Dunia

📅 Kamis, 27 Jun 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Pemda Diminta Serius Antisipasi Ancaman Krisis Pangan Dunia Doc: ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Ket. DAMPAK KENAIKAN HARGA KEDELAI IMPOR I Pekerja menggiling kedelai impor saat memproduksi tahu di industri rumahan Kampung Muara, Kelurahan Pasir Jaya, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/6). Produsen tahu di wilayah tersebut mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor dari sebelumnya 700 ribu rupiah per kwintal menjadi 1,2 juta rupiah per kwintal akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga produsen menaikkan harga tahu dari sebelumnya 600 rupiah per buah menjadi 800 rupiah per buah.

JAKARTA - Pemerintah daerah (pemda) yang ada di Indonesia diminta serius dalam mengantisipasi ancaman krisis pangan dunia. Untuk itu, para pejabat terkait di daerah harus melakukan gerak cepat dengan melibatkan masyarakat, khususnya petani melakukan aksi nyata di lapangan.

"Untuk bupati dan gubernur di seluruh Indonesia, saya meminta perhatian khusus untuk sektor pertanian, karena ini adalah sektor vital. Jika pertanian bermasalah, dunia bisa bermasalah," kata Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam keterangan di Jakarta, Rabu (26/6).

Seperti dikutip dari Antara, Mentan menekankan hal itu saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional (Musrenbangtannas) 2024 yang dihadiri 1.500 perwakilan dari dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia secara hybrid.

Ia mengatakan Musrenbangtannas adalah acara tahunan yang diadakan Kementan untuk menyatukan pemikiran dan merumuskan rencana kegiatan guna mempercepat pembangunan pertanian menghadapi dampak perubahan iklim dan krisis pangan global.

Mentan Amran dalam kegiatan yang berlangsung selama lima hari 25-28 Juni, dan bakal dilanjutkan pada tanggal 1 Juli 2024, menyampaikan tiga hal kepada perwakilan dinas pertanian untuk diteruskan kepada pemimpin wilayah masing-masing. "Pertama, pastikan program pompanisasi berjalan dengan baik," ujar Amran.

Solusi Cepat

Dia menuturkan pompanisasi adalah program pendistribusian air dari sungai melalui pemasangan pompa dan pipa untuk irigasi sawah, yang menjadi solusi cepat untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan jumlah produksi padi di tengah ancaman El Nino.

Amran meminta Dinas Pertanian provinsi dan kota/ kabupaten turun ke lapangan untuk memastikan ketersediaan sumber daya air dan kebutuhan pompa agar program ini dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. "Kedua, optimalisasi lahan rawa (OPLA) harus dikejar. Ketiga, fokus pada pengembangan padi gogo," ujarnya.

Ia menjelaskan optimalisasi lahan rawa merupakan program Kementan untuk memanfaatkan lahan rawa untuk pertanian, sementara padi gogo adalah varietas padi yang tahan ditanam di lahan kering.

Mentan menegaskan pentingnya sinergi untuk pembangunan sektor pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.